Penangkapan Terduga Teroris di Malang
Lama Tak Masuk Kerja, Ridho Dicari Pimpinannya di Dishub
"Saat itu tidak ketemu Ridho. Tapi ia ada (di Malang, Red)," jelas Firdaus kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (20/2/2016).
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MALANG.COM - Achmad Ridho Widjaya terduga teroris yang menjabar sebagai Kasi Terminal Dishubkominfo Kabupaten Malang sempat dicari keberadaannya oleh pimpinannya.
Untuk itu, AR Firdaus, Kadishubkominfo meminta kepada stafnya mencarinya di rumah Ridho.
"Saat itu tidak ketemu Ridho. Tapi ia ada (di Malang, Red)," jelas Firdaus kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (20/2/2016).
Alasan ia mencari anak buahnya karena lama tidak masuk kerja. Selain itu ia sempat khawatir jika terjadi apa-apa.
Dari stafnya ia mengetahui Ridho berjualan gado-gado.
Dijelaskan dia, Ridho selama jadi PNS, hanya bertugas di Dishub.
Tugasnya selain sebagai Kasi Terminal, juga membantu mengurusi parkir.
Meski sudah tidak masuk kerja kurang dari 30 hari, Ridho belum mengurus surat pengunduran diri sebagai PNS Pemkab Malang.
Sehingga tetap berstatus sebagai PNS dan menerima gaji.
Adanya penangkapan Ridho oleh Densus 88 sudah dilaporkan ke Bupati Malang.
Pihaknya juga sudah melakukan pemanggilan pertama pada awal Februari 2016 lalu karena Ridho lama tidak masuk kerja. Namun ia tidak datang.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/barang-bukti-terduga-teroris-di-malang_20160220_135525.jpg)