Breaking News:

Berita Surabaya

Izin Kerja Bersamaan, Motor Komunitas Ini Harus Standar Pabrik

Selain motor, kondisi fisik pengemudi juga dituntut ekstra. Karena tak jarang mereka berangkat tour pada malam hari usai pulang kerja

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
surya/ist
Komunitas motor Bolang Erkate saat mengunjungi berbagai tempat wisata di Jatim. 

Yazid (27), anggota Bolang Erkate, yang memiliki motor baru juga harus menyesuaikan setingan motor yang ia miliki. Agar tidak menghabiskan bensin terlalu banyak dan tidak mengalami masalah di jalan.

“Di 2014, kami cuma bawa kisaran Rp 100.000 untuk bensin. Jatah makan kami mampir rumah teman di Prigi, tidak ada dana jaga-jaga kalau motor rewel,”terangnya.

Selain motor, kondisi fisik pengemudi juga dituntut ekstra. Karena tak jarang mereka berangkat tour pada malam hari usai pulang kerja. “ Sehat itu pasti, karena harus konsen, padahal perjalanan malam dan harus cepat,” tambah Yazid.

Pemimpin rombongan ini juga menggunakan alat bantu tongkat berlampu. Sehingga, tak jarang mereka menyisir jalan dengan penanda itu.

Namun, tak jarang satu atau dua motor anggota Bolang Erkate harus tersesat karena salah mengikuti pengendara jalan lainnya.

“Kami selalu berusaha tertib di jalan dan menaati aturan lalu lintas, karena kami menempuh perjalanan jauh. Tetapi ada juga anggota kami yang jatuh, itu saat ke Bromo karena motor tidak kuat naik,” papar Yazid.

Tim Bolang Erkate ini telah berlibur ke Bromo dan beberapa pantai di Malang Selatan pada 2014.

Di 2015 lalu, mereka bahkan mengumpulkan lebih banyak dana untuk berkendara dan menuju Gunung Semeru.

“Kalau tahun ini kami nabung lagi untuk liburan ke Songa, tetap naik motor,” pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved