Selasa, 7 April 2026

Berita Kampus Bangkalan Madura

Pengukuhan Pengurus MUI Bangkalan, Madura Jadi Ajang Curhat kepada Bupati

"Tahun lalu kami sampai urunan. Tolong Pak Bupati, jangan jadikan MUI ini sebagai Jam'iyah urunan."

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Parmin
surya/ahmad faisol
Suasana pengukuhan Pengurus MUI Bangkalan, Madura, oleh Bupati RK Moh Makmun Ibnu Fuad, di pendapa Pemkab, Selasa (16/2/2016). 

SURYA.co.id  | BANGKALAN, MADURA - Pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan di Pendapa Pratanu dijadikan ajang curhat pengurus guna menyampaikan keluh - kesah kepada Bupati Bangkalan RK Moh Makmun Ibnu Fuad (Makmun), Selasa (16/2/2016).

Ketua MUI Bangkalan terpilih, KH Syarifudin Daman Huri mengatakan, tugas dan tantangan MUI ke depan lebih berat seiring perkembangan zaman.

"Dulu hanya aliran sesat yang ada. Sekarang mucul aliran liberal. Saya tidak setuju Islam Liberal. Kalau halal ya halal, kalau haram ya haram," ungkapnya.

Untuk itu, pengambilan keputusan untuk dijadikan atau dikeluarkan sebuah fatwa dirasa tidak cukup dengan hanya menggelar rapat satu atau dua kali.

"Tahun lalu kami sampai urunan. Tolong Pak Bupati, jangan jadikan MUI ini sebagai Jam'iyah urunan. Jika tahun ini tidak ada dana hibah, bisa dari yang lain," pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Makmun menyakan, MUI Bangkalan diharapkan juga ikut berperan dalam membantu upaya peningkatkan perekonomian masyarakat Bangkalan.

Seperti halnya potensi wisata pantai di Arosbaya. Namun warga setempat, disampaikan Bupati Makmun, belum setuju karena di sekitar lokasi itu ada 'bujuk' (makam yang disakralkan).

"MUI bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat dan menjamin tidak ada pengunjung berpakain tak pantas di pantai. Pasirnya putih dan bagus," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved