Orang Jombang Mengaku Nabi

Gus Jari juga Mengaku Isa Habibullah

#JOMBANG Pria ini mengaku mendapatkan wahyu dari Allah SWT sebagai tanda akhir zaman, lantas mengklaim dirinya sebagai Isa Habibullah

Penulis: Sutono | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Sutono
Kiri: Jari Warga Kabuh, Jombang yang mengaku menerima wahyu sebagai tanda akhir zaman. Kanan: Pintu gerbang PP Kahuripan Ash-Shiroth 

SURYA.co.id I JOMBANG - Jari (44) warga Dusun Gempol Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Jombang yang mengaku mendapatkan wahyu dari Allah SWT sebagai tanda akhir zaman, juga mengklaim dirinya sebagai Isa Habibullah (Isa kekasih Allah).

“Dari wahyu yang saya terima, terdapat dua kalimat sahadat dan ditambahi kata-kata Wa Isa Habibullah, yang berarti Isa kekasih Allah,” ujarnya, Selasa (16/2/2016).

Lelaki yang akrab disapa Gus Jari ini memaparkan gelar Isa Habibullah untuk membedakan Nabi Isa sebelum Nabi Muhammad SAW dan Nabi Isa yang turun kembali ke bumi sesudah wafatnya Nabi Muhammad SAW.

"Bukan sebagai nabi penutup, tapi sebagai tanda akhir zaman. Jika Nabi Isa yang diturunkan pada sebelum Nabi Muhammad itu bergelar Al-Masih maka saat ini gelar tersebut berubah menjadi Isa Habibullah," imbuhnya.

Jari membantah jika pelafalan kedua kalimah syahadat tersebut dengan tambahan 'wa Isa Habibullah' harus diterapkan dalam aspek ibadah yang selama ini dilakukan, seperti salat dan baiat pengikut.

"Salat dan ibadah lain tetap dua kalimat syahadat yang seperti biasa dilakukan. Namun bagi mereka yang meyakini saya sebagai Nur Nabi Isa, boleh melafalkanya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Gus Jari membuat heboh dengan mengaku menerima wahyu dari Allah SWT untuk menjadi tanda akhir zaman.

Saat ini ia juga sudah memiliki lebih dari 100 orang pengikut.

“Wahyu tersebut saya dapatkan ketika salat malam di salah satu tempat di Kabupaten Mojokerto.

Wahyu tersebut berupa suara lantunan ayat-ayat dalam Alquran dan langsung diterjemahkan dalam bahasa Indonesia,” ujar Jari.

Lantunan ayat Alquran tersebut berupa bacaan Surat Yasin ayat 1 hingga 5.

Usai mendengar lantunan ayat suci itu, dirinya mendengar suara memerintah 'wahai Isa' sebanyak dua kali.

Dari situ dirinya yakin itu merupakan wahyu dari Allah karena disaksikan tiga orang secara gaib.

Sejak itu, lanjut Jari, dirinya mulai berdakwah dan mendirikan sebuah pesantren bernama Kahuripan Ash-Shiroth di Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Jombang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved