Terminal Purabaya
Damri Akan Buatkan Kanopi Khusus BTS di Purabaya
"Kami menyadari bahwa dibutuhkan perjuangan untuk mengawali layanan BTS. Semangat kami adalah mendorog masyarakat beralih ke transportasi massal. "
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - General Manajer Perum Damri Cabang Surabaya, Purwanto, bertekad membuatkan kanopi di sepanjang tempat kedatangan dan keberangkatan Bus Trans Sidoarjo (BTS) di Terminal Purabaya Bungurasih. Namun ini dilakukan jika pihak UPT Terminal Purabaya mengizinkan.
"Kami menyadari bahwa dibutuhkan perjuangan untuk mengawali layanan BTS. Semangat kami adalah mendorog masyarakat beralih ke transportasi massal. Kalau ada kekurangan, sedikit demi sedikit diperbaiki sambil jalan," kata Purwanto, Senin (15/2/2016).
Secara umum memang belum banyak masyarakat yang meraskan kehadiran bus tersebut. Namun diyakini, nanti akan diperlukan. Dia meyakini bahwa masyarakat untuk beralih ke transportasi masal karena pilihan.
Purwanto mengakui bahwa sejak November 2015 dioperasikan, BTS melayanai masyarakat dengan menanggung tekor. Menurut hitungan Purwanto, saban hari bus itu merugi hingga di atas Rp 3 juta. Setiap hari biaya operasionalnya mencapai Rp 5 juta. Namun, bus itu hanya memberi pemasukan Rp 1,8 juta.
Apalagi saat macet Porong karena banjir, kerugian makin membengkak. Tidak hanya masalah tekor, dukungan infrastruktur berupa shelter juga menjadi catatan. Apalagi saat masuk di Terminal Purabaya Bungurasih tak dilengkapi halte memadai.
"Saya akan sowan ke Pemkot Surabaya baik-baik setelah Bu Risma dilantik. Termasuk rencana akan membuatkan kanopi akan kami sampaikan. Ya sekitar 17 meter di lokasi saat ini," kata Purwanto.
Namun selama ini, kehadiran BTS memang tidak diimbangi dengan koordinasi yang maksimal dengan Dishub Kota Surabaya. Apalagi saat datang bus itu enam bulan lalu, sebanyak 30 bus ditolak Risma. Alasannya karena bus ini berlantai tinggi.
Begitu ditawarkan ke Sidoarjo, saat ini juga tak mendapat sambutan ideal di Terminal Purabaya. Bus-bus ini tak mendapat tempat ideal. Dan saat ini, dari 30 bus BTS yang dioperasikan hanya 10 unit.
Bagimana tanggapan UPT Terminal Purabaya terhadap rencana pembangunan kanopi untuk BTS ini? Simak beritanya di Surya edisi Selasa 16 Februari 2016.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bus-trans-sidoarjo-faiq_20150921_225454.jpg)