Berita Gresik

Setelah Banjir Kalimas Surut, Warga Driyorejo Ganti Diserang Sejumlah Penyakit, Begini Kondisinya

Kegiatan itu dibagi menjadi 3 titik, di Dusun Sarirejo, Nggambar, dan Desa Bambe.

Setelah Banjir Kalimas Surut, Warga Driyorejo Ganti Diserang Sejumlah Penyakit, Begini Kondisinya
surya/sugiyono
Warga mengantre pada pelayanan kesehatan gratis di Kecamatan Driyorejo, Gresik, Minggu (14/2/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Banjir melanda warga di bantaran Kalimas, Driyorejo, Gresik menjadi perhatian khusus Muhammadiyah.

Melalui majelis Lingkungan Hidup dan Penaggulangan Bencana (MLHPB) Jawa Timur berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memberikan pengobatan gratis kepada korban banjir, Minggu (14/2/2016).

Banjir Kalimas di Kecamatan Driyorejo yang mulai surut membawa dampak, yakni warga banyak diserang berebagai penyakit seperti gatal-gatal, kutu air, dan demam.

"Sejak kamis kemarin tanggal 11 Februari 2016 kami sudah mendirikan posko bencana banjir tepatnya di gedung serbaguna Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo," kata M Muzazin (33) tim MDMC Kabupaten Gresik, Minggu (14/2/2016).

Ada 18 relawan turunkan membantu mengevakuasi korban banjir. Terdiri 2 dokter, 4 perawat 1 asisten apoteker dan 12 relawan dari unsur ortom.

Mereka adalah adalah Pemuda Muhammdiyah, Ikapan Pelajar Muhammadiyah (IIPM) dan juga Lembaga Amil Zakat Infaq Sodaqoh Muhammadiyah (Lazismu).
"Masing-masing relawan mempunyai tugas dan fungsi masing-masing," imbuhnya.

Untuk memberikan pelayanan kesehatan, MDMC Kabupaten Gresik mendirikan posko peduli bencana banjir yang terdiri dari posko kesehatan, posko logistic umum dan posko dapur umum yang bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Gresik dan Lazizmu sebagai pemasok logistik dapur umum.

"Kami mendirikan posko dapur umum melihat jumlah korban banjir mencapai 85 kepala keluarga (KK) dan 290 jiwa yang kami evakuasi ke posko penampungan korban bencana," katanya.

Masih banyak warga yang tidak mau dievakuasi karena pertimbangan menjaga barang di rumah.

"Maka warga yang tidak mau kami evakuasi, kami mengirim makanan di rumah masing-masing," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved