Averland Camp di Taman Dayu

Seru! Ratusan Anak Muda Indonesia Kemping Sambil Berbagi Pengalaman di Hutan Pinus

Averland Camp bisa jadi sebuah kegiatan kemping yang tak biasa. Selama tiga hari, sejak Jumat (12/2), peserta diajak diskusi dan berbagi pengalaman.

Seru! Ratusan Anak Muda Indonesia Kemping Sambil Berbagi Pengalaman di Hutan Pinus
SURYA/PRAMUDITO
Benny Lim sedang berbagi pengetahuan dan pengalaman di dunia fotografi di arena Averland Camp. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Averland Camp bisa jadi sebuah kegiatan kemping yang tak biasa. Selama tiga hari, sejak Jumat (12/2), peserta diajak diskusi dan berbagi pengalaman mengenai bidang yang mereka tekuni selama ini. Sharing session ini langsung diberikan oleh praktisi di bidang masing-masing.

Ada Alex Kowalski yang membedah soal pentingnya memulai usaha dari yang kecil. Sedang, Benny Lim, berbagi pengetahuannya soal fotografi. Ada pula Arian ‘Seringai’ yang mengurai tentang upaya membangun ‘brand image’.

Seperti kegiatan kemping lainnya, The Pines, Taman Dayu Golf Club, Pasuruan dipenuhi puluhan tenda beraneka warna. Juga ada empat tenda besar yang dipakai untuk diskusi.

Yang menarik, di camping ground ini ada meja tenis dan fasilitas untuk outbound yang bebas digunakan peserta di saat kegiatan-kegiatan utama usai. “Ini pertama kalinya saya ikut kemping yang tak hanya happy karena tidur di tenda di tengah hutan. Di sini kami diberi kesempatan belajar lebih banyak terkait passion kami bersama pakarnya,” ucap Santi, mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

“Seru! Karena di sini kami ketemu banyak teman baru. Dari mereka pula kami bisa berbagi pengalaman mengenai banyak hal yang sudah kami lakukan,” imbuh Farida, mahasiswa Universitas Brawijaya Jurusan Sastra Inggris.

Baik Santi maupun Farida dapat kesempatan hadir di Averland Camp setelah karya mereka lolos kompetisi yang diadakan di tujuh kota di Indonesia yaitu Malang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, dan Bandung.

Sejak dibuka bulan Oktober 2015, ajang kreativitas berlabel Averland ini mendapat sambutan positif. Ada 6.428 tim yang daftar dan membagikan ide-ide nyata bagi perkembangan industri kreatif di kotanya.

Dari seleksi ketat 3.592 ide, 70 tim dengan ide terbaik diberangkatkan ke Averland Camp untuk merasakan langsung pengalaman membangun networking dan saling menginspirasi dari berbagai kegiatan. Dan Averland Camp merupakan puncak perayaan program Averland yang menggabungkan empat subkultur seni, yaitu musik, visual art, style dan fotografi yang diwujudkan lewat ide-ide nyata para peserta.

Farida misalnya, dibantu empat orang temannya membuat video mengenai perkembangan kota Malang yang kian sesak oleh kendaraan. Kepadatan lalu lintas ini membuat para bikers seakan tak punya ruang gerak bebas.

“Minimnya fasilitas bagi para bikers ini tentu membahayakan mereka yang memakai sepeda untuk kendaraan sehari-hari,” papar Mey, rekan Farida.

Sementara Santi dan kawan-kawannya cenderung menyoroti maraknya bisnis kuliner di Kota Malang. “Menjamurnya bisnis kuliner ini masih membuka peluang bagi eksplorasi menu-menu tradisional sehingga jadi kuliner favorit masyarakat,” urainya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved