Kamis, 9 April 2026

Valentine Day 2016

40 Murid SMP Aksi Damai di Jalan, Serukan 'Say No to Valentine'

#SURABAYA - Mereka menggelar aksi damai tolak hari Valentine di perempatan Jalan Menur, Surabaya.

Editor: Yuli
SURYA/NENENG USWATUN HASANAH
TOLAK VALENTINE - Aksi damai murid-murid SMP Muhammadiyah 9 Surabaya di perempatan Jalan Menur, Sabtu (13/02/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kalimat "Say No to Valentine" tertulis besar di spanduk yang dibawa oleh murid-murid SMP Muhammadiyah 9, Surabaya, Sabtu (13/02/2016) sore.

Mereka menggelar aksi damai tolak hari Valentine di perempatan Jalan Menur, Surabaya.

Sebagian dari mereka mengenakan kostum bertuliskan "NO VALENTINE" dan berjajar di depan kendaraan yang berhenti saat lampu merah.

Dua di antara mereka mempertunjukkan pantomim dengan kostum hitam-hitam dan dandanan unik. Seorang anak lain memakai kostum dewa cinta (Dewa Pan).

valentine

Aksi tersebut dimaksudkan untuk mengajak masyarakat umum atau anak seusia mereka untuk melakukan hal yang lebih penting dan bermanfaat di hari Valentine.

Purwaningsih, guru IPS yang ikut mendampingi mereka di lapangan, mengatakan, anak-anak seusia mereka biasanya masih labil dan rentan mengikuti tren tanpa tahu bagaimana yang benar.

Valentine Day juga kerap dirayakan oleh anak muda dengan saling memberi cokelat, bunga, atau bahkan minum-minuman beralkohol.

Tahun lalu, tambah dia, murid-murid diberi ceramah mengenai Valentine di sekolah. Dan tahun ini gilirannya untuk terjun langsung ke lapangan.

Nurul dan Anisa, murid yang ikut dalam aksi tersebut, mengaku senang bisa turut serta. Kegiatan ini, menurut mereka, akan lebih efektif dalam menyerukan tolak Valentine.

Dan ternyata, ini bukan kali pertama mereka turun ke jalan. "Dulu pernah juga saat Hari Bumi," ujar Nurul sambil tersenyum.

Meskipun hujan mulai turun, mereka tidak berhenti dan terus berkeliling menyebarkan brosur, membentangkan poster dan spanduk, serta beraksi di depan para pengendara.

Murid-murid yang ikut terdiri dari anggota Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), yang merupakan organisasi semacam OSIS di sekolah Muhammadiyah, dan dari anggota broadcast. Mereka semua berjumlah sekitar 40 anak. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved