Berita Gresik

Gresik Dikepung Banjir Luapan Tiga Sungai, Ribuan Rumah Warga dan Area Pertanian Terendam

Data Badan Penanggulangan Bencana DaerahGresik, banjir Kalimas menggenangi enam Desa, di Kecamatan Driyorejo, 2.790 rumah terendam.

Gresik Dikepung Banjir Luapan Tiga Sungai, Ribuan Rumah Warga dan Area Pertanian Terendam
surya/sugiyono
EVAKUASI – Warga Driyorejo mengevakuasi motor yang terjebak banjir Kalimas, Jumat (12/2/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK – Kabupaten Gresik dikepung banjir. Luapan sungai Bengawan Solo, Kali Lamong, dan Kalimas. Tiga sungai tersebut menggenangi beberapa rumah dan area persawahan warga.

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. Genangan banjir Kalimas, enam Desa, Kecamatan Driyorejo, telah menggenangi 2.790 rumah.

Setiap rumah minimal ada dua orang, sehingga sudah merugikan 5.000 orang lebih. Belum lagi kerugian materi dan lahan pertanian di bantaran Kalimas mulai Kecamatan Wringinanom sampai Driyorejo.

Banjir Kalimas memang tidak diduga-duga oleh warga di bantaran Kalimas wilayah Driyorejo. Datangnya air sejak Kamis dinihari (11/2/2016),saat warga terlelap tidur tidak mengetahui datangnya air tersebut, tiba-tiba bangun tidur air sudah menggenangi sekitar pekarangan rumah.

“Banjir Kalimas itu sekitar pukul 02.00 WIB hari Kamis. Saat itu saya akan Salat malam, tiba-tiba melibat air sudah masuk di selokan. Saya langsung membangunkan istri dan mengajak memindahkan barang-barang ke lantai dua,” kata Sumarto, warga Desa/Kecamatan Driyorejo, usai Salat Jumat, Jumat (12/2/2016).

Ternyata pagi hari air terus meluber hingga membanjiri permukiman warga di bantaran Kalimas.

Ribuan rumah, beberapa industri dan sekolahan menjadi korban banjir Kalimas yang terbesar dalam sejarah kehidupan warga di bantaran Kalimas.

Banjir biasanya cepat surut, kali ini sudah hampir dua hari belum surut. Hanya turun 10 sentimeter. Motor, meja, kursi dan kasur yang tidak sempat diselamatkan.

“Ada motor yang terendam hanya terlihat joknya. Mau bagaimana lagi, biasanya juga cepat surutnya,” kata Sujono, warga Desa/Kecamatan Driyorejo, yang juga anggota DPRD Gresik dari Fraksi PKB.

Di Kecamatan Cerme, Benjeng, Balongpanggang, dan Menganti juga dihantui banjir Kali Lamong yang terus datang setiap tahun.

Sampai sore hari Jl Raya Morowudi, Kecamatan Cerme masih digenangi air sedalam 30 sentimeter. Motor banyak yang mogok dan siswa sekolah juga dipulangkan lebih awal.
Dari genangan air tersebut sangat mengganggu perekonomian masyarakat. Belum lagi lahan pertanian di sepanjang bantaran Kali Lamong mulai Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme, dan Menganti.

Ratusan hektar tanaman padi yang sudah dua bulan terpaksa gagal panen akibat terendam banjir.

“Baru di persawahan desa Sedapurklagen, Kecamatan Benjeng,” kata Abu Hassan,Kepala BPBD Kabupaten Gresik.

Penulis: Sugiyono
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved