Selasa, 26 Mei 2026

Citizen Reporter

Secuil Kisah Candi Brongkah yang Tersia-sia

ditemukan secara tak sengaja saat menggali sumur, 22 tahun silam, sayangnya hingga kini tak secuil perhatian ditujukan untuk Candi Brongkah ini...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
citizen/rintahani johan pradana
Candi Brongkah 

 

Reportase : Rintahani Johan Pradana
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang

 

          SEBUAH papan penunjuk jalan di Desa Kedunglurah, Trenggalek berjasa mengantar perjalanan saya ke sebuah bangunan tinggalan sejarah. Saya katakan berjasa karena nama tempat ini belum pernah saya dengar dalam narasi sejarah Nusantara klasik sebelumnya.

Tidak jauh dari poros jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung. Sungguh menjadi hal baru bagi penikmat perjalanan seperti saya, tanpa harus merasa rugi bila sejenak mengorbankan waktu untuk menelisik kisahnya.

          Tak banyak hal yang bisa didapati dari tempat bersejarah bernama Candi Brongkah. Berada persis di belakang pekarangan rumah warga, kondisi bangunan yang dinamai sesuai nama dusun tempat penemuannya, tak ubahnya susunan batu bata terkubur di kedalaman tiga setengah meter di bawah permukaan tanah. Kisahnya juga samar-samar layaknya bangunan cagar budaya lainnya yang bernasib serupa. Minim perawatan apalagi perhatian.

          Untungnya dalam kunjungan ke Candi Brongkah kali ini saya bertemu So’im. Berdasar penuturannya dapat diketahui, tahun 1994 pada  penggalian pembuatan sumur, candi ini ditemukan. Meski sudah dua puluh tahun muncul dari dalam tanah, tak banyak ulasan yang mencoba mengkaji tempat ini.

          “Tepat di atas Candi Brongkah, dulunya berdiri rumah Mbah Senen dan sewaktu penggalian kami juga menemukan beberapa arca dan gerabah,” tuturnya. Artefak hasil temuan tersebut akhirnya dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya dan kini disimpan di Trowulan.

          Candi yang ada di kaki Gunung Rajekwesi ini tak diketahui secara pasti, warisan dari kerajaan apa. Sungguh minim informasi yang bisa dibagi dari candi seluas empat meter persegi. Sejauh ini beberapa hipotesa yang ada hanya menyebut Candi Brongkah merupakan tinggalan kerajaan Hindu di Nusantara.

          Berjarak kurang lebih sepuluh meter dari Candi Brongkah sudah nampak aliran sungai. Letaknya berdekatan dengan gunung dan sungai tentu bisa menjadi indikasi lebih lanjut mengenai latar sejarah bangunan ini. Sumber air dan tanah subur merupakan pusat aktivitas manusia, dari masa lampau hingga kini. 

Hanya penuturan warga yang menjadi bekal bagi saya untuk membagi kisahnya kepada pembaca. Mungkin melalui warta, akan ada pihak-pihak yang tergerak untuk menelisik lebih jauh dan melengkapi potongan kisah yang hilang dari Candi Brongkah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved