Kamis, 23 April 2026

Berita Iptek

Pijakan Anak Tangga Mahasiswa Untag Ini Hasilkan Listrik, Simak Cara Kerjanya

Dua mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu memanfaatkan pijakan anak tangga untuk menghasilkan listrik.

Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Neneng Uswatun Hasanah
Radt dan Syaiful bersama alat Tangga Statis buatan mereka di Laboratorium Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bertambahnya kebutuhan energi listrik untuk kehidupan sehari-hari, mendorong Raditya Jalu Atmojo dan Syaiful Effendi menciptakan tangga yang dapat menghasilkan energi listrik alternatif. Tujuannya, ketika terjadi mati listrik masih ada pasokan yang cukup untuk menyalakan lampu.

Dua mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu memanfaatkan pijakan anak tangga dan menyambungkannya dengan spring dan roda gigi.

Dengan prinsip gaya pegas dan gerak putar, spring berfungsi sebagai penggerak utama sedangkan roda gigi berfungsi sebagai sumber gerak putar generator DC (alternator). Alternator tersebut akan menghasilkan arus listrik yang kemudian disimpan di dalam aki. Listrik tersebut cukup untuk menyalakan lampu.

"Untuk kebutuhan listrik rumah tangga yang memiliki AC, dibutuhkan adanya inverter," ujar Raditya (21), ketika ditemui SURYA di laboratorium jurusan Teknik Elektro.

Desain tangga statis mengikuti standar. Ia dan Syaiful juga melakukan survei ke bangunan-bangunan dan sharing-sharing dengan mahasiswa dari jurusan Arsitektur.

Pijakan anak tangga yang mereka buat berukuran panjang 60 cm, lebar 26 cm, dan tebal 5 cm. Pemasangan spring diposisikan di bawah dari setiap pijakan anak tangga. Spring kemudian digabung dengan gigi roda yang berbentuk vertikal, dan dihubungkan dengan rantai untuk menggerakkan gigi utama. Gigi utama terletak seporos dengan alternator.

Jumlah anak tangga, banyaknya orang yang berjalan, dan beban pada pijakan anak tangga akan mempengaruhi putaran, dan arus listrik yang dihasilkan.

Meskipun belum ada kalkulasi pasti mengenai jumlah arus listrik yang dihasilkan per hari, Pria yang akrab disapa Radit itu berharap tangga statis yang ia buat nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Desain dan konstruksinya juga masih bisa dikembangkan lagi oleh adik kelas maupun masyarakat," imbuhnya.

Pembuatan alat ini juga mengacu pada penggunaan sumber daya alam sebagai bahan bakar utama pembangkitan energi listrik yang saat ini masih sangat tinggi. (Neneng Uswatun Hasanah).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved