Berita Gresik

Banjir Kali Lamong, Rendam Puluhan Rumah Warga dan Pasar Benjeng

"Datangnya air tadi malam, sehingga tidak bisa menyelamatkan barang-barang dagangan," kata Khoirul Anam, pedagang di Pasar Tradisional, Kecamatan Benj

Banjir Kali Lamong,  Rendam Puluhan Rumah Warga dan Pasar Benjeng
surya/sugiyono
BARANG - Pedagang di Pasar Tradisional, Kecamatan Benjeng, mengevakuasi barang dagangannya yang terendam banjir Kali Lamong, Minggu (8/2/2016). 

SURYA.co.id | GRESIK - Hujan lebat membuat Kali Lamong meluber ke pemukiman warga dan Pasar Tradisional Kecamatan Benjeng terendam, Senin (8/2/2016).

"Datangnya air tadi malam, sehingga tidak bisa menyelamatkan barang-barang dagangan," kata Khoirul Anam, pedagang di Pasar Tradisional, Kecamatan Benjeng, saat mengeluarkan barang dagangan dari dalam pasar dengan kondisi air yang deras kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Banjir berlangganan setiap musim hujan tersebut tidak membuat masyarakat sekitar kapok.

Dari masyarakat sendiri tidak mau merelakan adanya pembangunan tanggul di samping kiri kanan sepanjang bantaran Kali Lamong. Padahal dari Pemkab Gresik sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan Kali Lamong.

Dari data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik akibat luapan Kali Lamong desa yang terdampak yaitu Desa Sedapurklagen dengan ketinggian air 20 sampai 30 sentimeter, dusun Plumpang ketinggian air 50 sampai 60 sentimeter, rumah yang terdampak 30 rumah, Desa deliksumber ketinggian air 20 sampai 30 sentimeter.

Rumah yang terendam 10 rumah, Desa Kedungrukem di dusun Kedungglugu kedalaman air 70 sampai 80 sentimeter, rumah yang terendam 20 rumah, dusun Ngablak kedalaman air mencapai 90 - 100 sentimeter, rumah yang terdampak 30 rumah.

Desa lainnya yaitu Desa Munggugianti kedalaman air 40 -50 sentimeter, rumah yang terdampak 30 rumah. Desa Bulurejo kedalaman air 30 sampai 40 sentimeter, rumah yang terdampak 20 rumah dan Desa Lundo dusun gempal ketinggian air 30 sampai 40 sentimeter.

"Mulai tadi malam kita sudah berada di lokasi banjir untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi. Untuk kesiapan kita baik alat kebencanaan, personil maupun sembako sudah ready," kata Abu Hassan, Kepala BPBD Kabupaten Gresik kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Untuk membentu warga, BPBD sudah mengerahkan perahu karet dan mobil pick up untuk evakuasi barang-barang berharga milik warga.

"Kalau perahu karet sudah kita bawa kesana kemarin dengan mobil ranggernya. Untuk membantu warga yang mengevakuasi barang-barangnya," katanya.

Penulis: Sugiyono
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved