Perayaan Imlek 2567
Ini Alasan Anda Tak Boleh Lewatkan Ciam Si Saat Imlek
#Surabaya #Imlek Apa alasan tradisi Ciam Si terjaga sampai sekarang? Mengapa pula tradisi ini ramai berlangsung saat imlek? Pria ini tahu jawabannya..
SURYA.co.id I SURABAYA - Tradisi Ciam Si atau meminta petunjuk kepada para dewa masih sering dilakukan oleh keturunan Tionghoa sampai saat ini.
Tradisi itu juga terlihat di Klenteng Maco di Jalan Coklat, Surabaya. Pada Minggu (7/2/2016) siang, sebagian umat klenteng terlihat melakukan ritual tersebut.
"Niatnya untuk perbaikan usaha, supaya diberi kelancaran," kata Sastroaminoto, pengunjung Klenteng Maco di Jalan Coklat, Surabaya, yang ditemui Surya setelah melakukan Ciam Si, Minggu (7/2/2016) siang.
Sekadar diketahui, proses Ciam Si dimulai dari bersembayang kepada para dewa dan memanjatkan niat.
Setelah itu kota Ciam Si diambil, dikocok hingga bambunya keluar. Proses ini dilakukan sambil berdoa.
Setelah bambu keluar, prosesi dilanjutkan dengan Simpoe. "Kalau hasil Simpoe nya bagus, berarti dewa telah memberikan kebaikan kepada kami," jelas pria asal Kenjeran, Surabaya ini.
Suhu Klenteng Maco Eddy Yuwono menambahkan ritual Ciam Si tak hanya dilakukan pada saat imlek.
Pada hari biasa ritual ini juga bisa dikukan, namun umat banyak memilih melakukannya pada saat imlek. Alasan Eddy, "Karena Imlek merupakan hari dimana para Dewa turun, maka banyak yang mengharapkan kebaikan di hari itu."
Ritual Ciam Si sendiri lanjut Eddy, merupakan ritual yang sudah ada sejak dahulu. Dimana ritual ini dipercaya dapat memberikan kebaikan bagi para pemohonnya.
"Kalau jaman dulu, orang meminta hasil pertanian. Sedangkan jaman modern seperti ini lebih banyak diminta untuk hasil usaha," ujarnya. (Rorry Nurmawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sembahyang-ciamsi_20160207_181209.jpg)