Berita Surabaya
Unair Sanggup Buat Vaksin Virus Zika Bahannya dari Empon-empon
“Yang paling sederhana adalah dengan empon-empon sudah cukup. Tetapi kalau diperlukan untuk membuat vaksin Zika, kami siap,” tutur Chairul Anwar Nidom
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA – Avian Influenza Research Center Universitas Airlangga (AIRC Unair) sanggup membuat vaksin Zika dalam enam bulan jika diperlukan pemerintah. Bahkan hampir semua negara yang bisa membuat vaksin, pasti akan menawarkan dan mengikrarkan untuk membuat vaksin Zika.
”Tentunya, kami akan bekerjasama dengan industri vaksin nasional, seperti PT.Bio Farma Bandung, yang selama ini telah kerjasama dg AIRC-Unair,” terang ketua AIRC Unair, Prof Dr drh Chairul Anwar Nidom MS saat dihubungi SURYA.co.id, Jumat (5/2/2016)
Ahli vaksin Unair ini menjelaskan, pembuatan vaksin zika lebih mudah dibandingkan vaksin vaksin Demam Berdarah Dengue (DBD) yangg sampai saat ini belum pernah dihasilkan.
Hal ini karena struktur virus DBD yang rumit. Sedangkan AIRC juga telah membuat beragam vaksin terkait penyakit tropis yang pernah menjadi wabah di Indonesia seperti vaksin flu burung, vaksin pandemic, vaksin mers, dan vaksin flu haji dan umroh.
“Sementara ini yang siap dikerjasamakan vaksin polio dan vaksin virus Rota,” tuturnya.
Dengan kemampuan para ahli di Indonesia, menurutnya masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu penyakit Zika. Karena virus ini bisa diantisipasi dengan menjaga daya tahan tubuh atau immune manusia.
“Yang paling sederhana adalah dengan empon-empon sudah cukup. Tetapi kalau diperlukan untuk membuat vaksin Zika, kami siap,” ungkapnya.