Berita Surabaya
Gandeng KKP, Dinkes Surabaya Hadang Virus Zika di Pelabuhan
"Kami juga telah lakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)," kata Febria, Jumat (5/2/2016), di sela kegiatan kampanye antinarkoba.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) guna menghadang masuknya virus Zika.
Virus ini, disebutkan penyebarannya melalui nyamuk aedes aegypti, yang dikenal juga sebagai penyebab demam berdarah (DB).
Kepala Dinkes Kota Surabaya, drg Febria Rahmanita, mengatakan, pihaknya terus melakukan PSN (pemberantasan Sarang Nyamuk).
"Kami juga telah lakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)," kata Febria, Jumat (5/2/2016), di sela kegiatan kampanye antinarkoba di halaman Balaikota Surabaya.
Menurutnya, di pelabuhan dan bandara saat ini, sudah dilakukan pengetatan penjagaan dari petugas KKP maupun kesehatan bandara. Meski hingga saat ini, belum ada warga kota Surabaya yang terindikasi virus Zika.
"Hasil koordinasi sementara dengan tim medis yang bertugas di sana akan dilakukan hingga Juni atau pertengahan tahun mendatang. Bersamaan dengan endemik DB di kota Surabaya ini," tambahnya.
Sementara itu, untuk penderita DB pada bulan Januari 2016 lalu, tercatat ada 60 kasus. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan bulan Januari 2015 lalu, yang mencapai 48 kasus.
Febria mengatakan, jumlah penderita DB sepanjang tahun 2015 sekitar 600-an. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding tahun 2014 yang mencapai 800 kasus.
Ia memperkirakan puncak DBD terjadi sekitar bulan Maret. Untuk mengantisipasi penyebaran wabah DBD, Dinkes memfokuskan pantauan pada beberapa daerah yang jumlah penderitanya cukup banyak.
“Kita fokus pada daerah Tandes, Benowo, dan Sawahan,” tandas Febria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kepala-dinkes-kota-surabaya-drg-febria-rahmanita_20160206_010423.jpg)