Berita Surabaya

Tahun ini Pemerintah Angkat Guru, Bidan, Dokter, dan Tenaga Pertanian Jadi PNS

"Tenaga yang diangkat menjadi PNS yakni guru, bidan, dokter, dan tenaga pertanian," ujar Yuddy Crisnandi usai Salat Jumat di Masjid Polda Jatim.

Tahun ini Pemerintah Angkat Guru,  Bidan, Dokter, dan Tenaga Pertanian Jadi PNS
SURYA.co.id/Mujib Anwar
MenPAN dan RB Yuddy Chrisnandi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski tahun ini tidak ada rekrutmen CPNS, pemerintah justru mengangkat tenaga honorer atau Pegawai Tidak Tetap (PTT). Tenaga yang bakal diangkat menjadi PNS dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, dan tenaga pertanian.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Yudi Chrisnandi menjelaskan, honorer atau PTT yang akan diangkat menjadi PNS dikhususkan dari jalur K2 dan PTT.

Untuk mengangkat ketiga item atau institusi itu sudah dicadangkan anggaran sejak tahun 2014 dan 2015.

"Tenaga yang diangkat menjadi PNS yakni guru, bidan, dokter, dan tenaga pertanian," ujar Yuddy Crisnandi usai Shalat Jumat di Masjid Polda Jatim, Jumat (5/2/2016).

Menurutnya, jumlah bidan PTT yang akan diangkat di seluruh Indonesia mencapai 42.000. Tenaga dokter yang akan diangkat mencapai 2.000 orang, dan tenaga pertanian 24.000 orang.

"Semua sudah dalam proses dan verifikasi di kementerian masing-masing," jelasnya.

Terkait tenaga pendidik atau guru, yang diutamakan adalah guru yang ada di daerah terpencil atau guru yang ada di garis depan. Begitu pula guru K1yang tercecer pengangkatannya juga akan direkrut.

"Contohnya di daerah Sulawesi ada 300 guru yang tercecer itu akan diangkat," paparnya.

Untuk tenaga administratif dan fungsional masih belum ada pengangkatan. Pasalnya, tenaga administratif itu belum ada usulan dari instansi terkait.

"Kalau DPR tidak menganggarkan dan belum ada payung hukumnya bagaimana. Masak pemerintah menabrak UU dan aturan," tandas MenPAN RB.

Lantas Yuddy mencontohan, istri wartawan sedang mengandung untuk persalinan dan yang melamar menjadi baby sister ada 8 orang. Padahal anggaran yang dimiliki cuma Rp 1 juta.

"Kan nggak mungkin diambil semua kan pasti ada nominasi," candanya.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved