Breaking News:

Polemik Gafatar

Antisipasi Gerakan Radikal, Kemenag Situbondo Kumpulkan Para Tokoh

#SITUBONDO - "Kami berinisiatif akan melibatkan kepala KUA di tiap kecamatan yang merupakan ujung tombak dari Kementerian Agama ini," pungkasnya.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Yuli
izi hartono
Ketua MUI Situbondo, Kiai Syaiful Muhyi menyampaikan materi dalam dialog untuk mengantisipasi radikalisme di Kabupaten Situbondo. 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Warga Situbondo ada yang dicurigai atau terindikasi bergabung dengan kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

"Informasinya masih terindikasi, makanya kami berharap indikasi itu tidak benar," kata Maulana Akhmad Ridho dari Kementerian Agama Situbondo, 4 Februari 2016.

Maulana mengaku masih akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait warga yang dicurigai bergabung kelompok Gafatar tersebut.

Terkait maraknya Gafatar, Kementerian Agama Situbondo menggelar dialog terbuka menyikapi paham radikalisme dalam perspektif Islam, hukum dan pemerintah.

Maulana mengatakan, tujuannya untuk antisipasi kegiatan kelompok-kelompok yang memiliki aliran radikal, karena saat ini benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah dan umat Islam. 

"Kami juga meminta dukungan semua elemen masyarakat, target kegiatan ini nantinya ada tindak lanjut. Ke depan ada penyataan kesepakatan bersama para tokoh yang hadir dalam acara ini," katanya. 

Selian itu, sambungnya, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kegiatan ini sampai masyarakat yanng paling bawah.

"Kami berinisiatif akan melibatkan kepala KUA di tiap kecamatan yang merupakan ujung tombak dari Kementerian Agama ini," pungkasnya.

Dialog dihadiri sejumlah tokoh agama, mulai dari pengurus Majelis Ulama Indonesia, pejabat Muspida, polisi, organisasi kemasyarakatan, kepala KUA, penyuluh agama, mahasiswa, Nasiatul Aisyah, Fatayat NU dan DMI. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved