Lapsus Gagal Ginjal

Senang Dapat SMS dari Pasien

“Mereka seperti adik saya sendiri,” kata Trias yang tengah menyelesaikan pendidikan spesialis dokter anak di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Senang Dapat SMS dari Pasien
surya/Benni Indo
Trias Kusuma Sari 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasien gagal ginjal kini tidak hanya didominasi orang dewasa, melainkan juga anak-anak.

Bahkan, berdasar catatan RSUD Dr Soetomo Surabaya, dalam lima tahun terakhir, pasien cuci darah (haemodialisa) dari kalangan anak-anak meningkat.

Menjadi dokter spesialis anak merupakan cita-cita sejak kecil Trias Kusuma Sari (28).

Perempuan kelahiran Bekasi 7 September 1987 itu punya cerita mengapa ia ingin menjadi dokter spesialis anak.

Dia pernah sakit saat kecil. Saat itu, ia dirawat dokter spesialis anak hingga sembuh. Sejak itu, keinginan menjadi dokter spesialis anak pun muncul.

Terlepas dari peran menyembuhkan penyakit, berinteraksi dengan anak-anak merupakan kebahagiaan Trias.

“Mereka seperti adik saya sendiri,” kata Trias yang tengah menyelesaikan pendidikan spesialis dokter anak di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Setiap pasien yang ia tangani, serasa seperti keluarga sendiri.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu tahu bahwa saat anak-anak dirawat di RS, keluarganya kerap stres. Saat itulah ia berupaya menghibur mereka.

Sikap bersahaja dan lekas akrab Trias membuat pasien dan keluarganya senang. Bahkan, mereka menganggap dokter muda ini seperti keluarga. Selepas dari RS, mereka pun masih sering kirim SMS.

“Senang sekali saat mendapat pesan pendek dari mereka,” ujarnya dengan wajah sumringah .

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved