Polisi Divonis Mati

Selain Polisi dan Istri Siri, 2 Terdakwa Ini Juga Akan Dituntut Hukuman Mati

#SURABAYA - Bagaimana dengan Tri Diah Torissiah alias Susi, apakah juga akan dituntut mati? "Susi akan kami tuntut mati juga," tandasnya.

Selain Polisi dan Istri Siri, 2 Terdakwa Ini Juga Akan Dituntut Hukuman Mati
ahmad zaimul haq
SABU-SABU - Indri Rahmawati, istri siri Aiptu Abdul Latif, anggota Polsek Sedati, Sidoarjo. Mereka bersekongkol mengedarkan sabu-sabu dari Yoyok yang sedang mendekam di penjara Nusakambangan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya belum menerima penyerahan berkas perkara Yoyok, big bos narkotika Aiptu Abdul Latif yang divonis mati di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/2/2016).

Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, menuturkan, penyidik Satnarkoba Polrestabes Surabaya masih menyerahkan Surat Perintah Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Berkas perkara masih di penyidik belum diserahkan ke kami," tutur Didik saat dihubungi SURYA.co.id.

Yoyok adalah pemilik sabu-sabu (SS) seberat 50 kg yang dibawa Abdul Latif untuk didistribusikan.

"Yoyok adalah narapidana Nusakambangan dan sekarang sudah dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya di Porong," katanya.

aiptu abdul latif polsek sedati sidoarjo
Ekspresi Aiptu Abdul Latif usai divonis mati di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (1/2/2016).

Sesuai data yang ada, akumulasi hukuman yang diterima Yoyok dari berbagai kasus narkotika mencapai 35 tahun penjara.

Justru Yoyok tersandung lagi dalam sindikat narkoba yang diungkap Polrestabes Surabaya pascatertangkapnya Abdul Latif di Pasar Wisata Sedati.

Penyidik yang menangani tidak menahan Yoyok karena posisi Yoyok sudah menjadi terpidana dalam kasus yang sama.

Kejari Surabaya sebenarnya ingin secepatnya menuntaskan kasus ini. Tapi masih menunggu berkas perkara yang dikirim penyidik Polrestabes Surabaya.

Dari kasus yang ada, Yoyok akan dituntut serupa karena dia adalah pentolan narkotika. "Anak buahnya saja seperti Abdul Latif dituntut mati dan vonisnya juga mati. Ya setidaknya sama," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved