Breaking News:

Polemik Gafatar

Pulang ke Gresik, Eks Pengikut Gafatar Bawa Motor dari Kalimantan

#SURABAYA - Dari 15 eks Gafatar yang dijemput dari Jawa Tengah, 6 berasal dari Ngawi, 5 dari Gresik, 2 Surabaya, dan 2 Sumenep.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
surya/mujib anwar
Puluhan anak-anak mantan pengikut Gafatar yang menunggu jemputan petugas dari kabupaten/kota, saat dihibur Eka, Pemain Biola Difabel dari Universitas Negeri Surabaya dan Kepala Baperpusip Pemprov Jatim Sudjono, Rabu (27/1/2016) siang, di Asrama Transito Disnakertransduk, Margorejo, Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Eks pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang tinggal di luar Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) nasibnya tampaknya lebih baik dibandingkan di Mempawah.

Meski mereka sama-masa diusir dari tempatnya hijrah di provinsi yang ada di pulau Kalimantan tersebut.

Pada 23-25 Januari lalu, ada 730 orang eks pengikut Gafatar di Mempawah yang dipulangkan ke Jatim dan tak sempat membawa harta benda.

Sedangkan 15 orang eks Gafatar yang berada di luar Mempawah masih bisa membawa harta benda saat pulang.

Mulai tabungan, perhiasan, hingga motor, saat mereka tiba di Asrama Transito, Disnakertransduk, Surabaya, Sabtu (30/1/2016).

Kepala Bagian Sosial Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Jatim Budi Yuwono mengatakan, eks Gafatar yang pulang membawa sejumlah harta benda yang dimiliki tersebut, misalnya dilakukan warga Jatim asal Gresik.

"Saat dijemput petugas pulang dari Jawa Tengah, dia bawa sepeda motor yang dibawanya dari Kalimantan," ujarnya, kepada SURYA.co.id, Minggu (31/1/2016).

Ingin mengangkut motor tersebut dari Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah, petugas menaikkannya ke mobil reacue milik Dinas Sosial Pemprov yang menjemput mereka.

"Untuk barang lainnya, semua dimasukkan ke bus," jelasnya.

Menurut Budi, dari 15 eks Gafatar yang dijemput dari Jawa Tengah, 6 berasal dari Ngawi, 5 dari Gresik, 2 Surabaya, dan 2 Sumenep.

Untuk yang dari Ngawi, mereka diturunkan dan dijemput petugas dari Pemkab setempat saat bus lewat dan berhenti di Ngawi. Sehingga hanya sembilan orang saja yang dibawa ke Asrama Transito, Surabaya.

"Tapi di Transito mereka hanya sekitar dua jam. Setelah itu, petugas dari Surabaya, Gresik, dan Sumenep langsung menjemput mereka," terang Budi.

Khusus 47 orang eks Gafatar yang sebelumnya dikabarkan dari Ketapang, Banyuwangi. Setelah dicek dan diverifikasi, ternyata mereka adalah warga Ketapang Kalimantan.

Selain itu, informasi yang disampaikan ke Pemprov, masih ada ratusan warga Jatim eks Gafatar yang sekarang berada di Jakarta, setelah diusir paksa dari Kalimantan.

"Tapi itu baru informasi dan kita akan koordinasi untuk ngecek kebenarannya," pungkas Budi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved