Fenomena Alam

Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali

Dua kawasan menarik yang lain yaitu Bukit Mentigen dan Sruni Point.

Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_213214.jpg
surya/erfan hazransyah
Kondisi Gunung Bromo yang masih erupsi menjadi fenomena alam yang menarik disaksikan di Kawasan Wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_213151.jpg
surya/erfan hazransyah
Kondisi Gunung Bromo yang masih erupsi menjadi fenomena alam yang menarik disaksikan di Kawasan Wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_213158.jpg
surya/erfan hazransyah
Kondisi Gunung Bromo yang masih erupsi menjadi fenomena alam yang menarik disaksikan di Kawasan Wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_212959.jpg
surya/erfan hazransyah
Pertunjukkan tarian tradisional khas suku Tengger, Tari Ujung, menghibur wisatawan yang menikmati keindahan alam erupsi Gunung Bromo dari titik Seruni Point, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_212452.jpg
surya/erfan hazransyah
Seorang wisawan memberi tip kepada seorang penari tarian tradisional khas suku Tengger, Tari Ujung di erupsi kawasan wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_212236.jpg
surya/erfan hazransyah
Sejumlah berada di sekitar Gunung Bromo dari kawasan wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_212148.jpg
surya/erfan hazransyah
Wisawan menyaksikan erupsi Gunung Bromo dari kawasan wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah
Menyaksikan Fenomena Erupsi Gunung Bromo yang Terjadi Lima Tahun Sekali - bromo_20160130_212048.jpg
surya/erfan hazransyah
Sejumlah wisawan mengabadikan erupsi Gunung Bromo dari kawasan wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016). surya/erfan hazransyah

SURYA.co.id | PROBOLINGGO - Meski kondisi Gunung Bromo masih erupsi, hingga saat ini tak mengurangi minat wisatawan baik lokal dan mancanegara datang dan menyaksikan fenomena alam yang menarik ini dari kawasan wisata Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (30/1/2016).

Erupsi yang terjadi di Gunung Bromo saat ini merupakan peristiwa langka yang hanya terjadi lima tahun sekali. Erupsi yang terjadi saat ini salah satu fenomena alam yang bisa menjadi daya tarik wisata.

Proses erupsi sangat menarik untuk dilihat dan sangat aman asal berada pada radius yang tepat. Erupsi bisa dilihat dengan jarak 2,5 km dari bibir kawah. Jarak itu masih dekat untuk melihat pemandangan erupsi.

Jarak 2,5 Km adalah jarak yang aman untuk menikmati eksotisme erupsi Gunung Bromo. Ada dua lokasi yang pemandangannya tidak kalah indah dari pemandangan di bukit Penanjakan yang sudah biasa dikunjungi warga.

Dua kawasan menarik yang lain yaitu Bukit Mentigen dan Sruni Point. Kedua titik lokasi itu berada di jarak aman dari kawah Bromo, dan pemandangannya sangat indah.

Warga Tengger ikut menghibur dengan menampilkan tarian tradisional khas suku Tengger, Tari Ujung, saat wisatawan tiba di sana. Mereka menghibur ratusan wisatawan yang menikmati keindahan alam erupsi Gunung Bromo dari titik Seruni Point.

Seorang wisatawan dari Amerika menyelipkan uang kedalam udeng salah satu penari ujung. Tari Ujung adalah salah satu tari traditional dan kombinasi dari olah raga khas suku Tengger, di wilayah gunung Bromo.
Tarian ini dimainkan oleh dua orang pria yang silih berganti memukul lawan dengan menggunakan rotan.

Tari ini biasanya diadakan untuk merayakan pernikahan dan sebagai bentuk acara ritual ada Tengger, dan sebagai upacara ritual umat Hindu. Saat dua pemain saling memecuti, akan terdengar alunan musik traditional Tengger sebagai pengiring musik. (Erfan Hazransyah)

Editor: Dodo Hawe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved