Video

VIDEO - Aktivis FEMEN Demo Semi Telanjang, Kecam Presiden Hollande dan Hassan Rouhani

Aktivis perempuan itu tidak telanjang dada total seperti biasanya, masih pakai kain berwarna serupa bendera Prancis untuk menutup bagian payudara.

SURYA.co.id | PARIS - Para aktivis FEMEN kembali berulah. Kali ini, mereka demonstrasi dengan cara menggantungkan tubuhnya di jembatan Seine, dekat Menara Eiffel, Paris, Prancis, 28 Januari 2016.

Aktivis perempuan itu semi telanjang, tidak telanjang dada total seperti biasanya, melainkan masih pakai kain berwarna serupa bendera Prancis untuk menutup bagian payudaranya.

Aksi itu untuk menolak kunjungan resmi Presiden Iran, Hassan Rouhani, ke Paris atas undangan Presiden Francois Hollande.

Saat seorang aktivis menggantung, teman-temannya membentangkan spanduk bertuliskan, "Welcome Rouhani, Excecutor of Freedom." Selamat Datang Rouhani, Pemberangus Kebebasan. 

"Kami ingin menyambut Rohunai dengan cara membuatnya terasa seperti di rumahnya sendiri. Maka, kami mengatur aksi ini untuk mengingatkan dia bahwa setiap tahun, lebih dari 800 orang dihukum mati di negerinya," ujar Sarah, aktivis FEMEN, sebagaimana dalam video berbahasa Prancis di atas. 

Dikutip SURYA.co.id dari Ruptly, Sarah menyebutkan juga bahwa para terpidana mati di Iran itu termasuk para perempuan, kaum homoseksual dan para pemikir bebas.

Kini, katanya pula, Francois Hollande justru mengundang Hassan Rouhani ke Paris, minum teh dan lalu meneken aneka kontrak serta menjual pesawat Airbus. 

"Jelas bahwa Francois Hollande tidak peduli sama sekali urusan Hak Azasi Manusia. Semua kepentingannya hanya bisnis. Memalukan sekali Hollande dan Rouhani," kecamnya. 

Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved