Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Handoyo Sudah Antisipasi Seketat Ini Tapi Masih Kebobolan Berlian Rp 1,5 Miliar

Dua pencuri yang diduga asal Pakistan itu adalah pembeli WNA pertama yang datang ke toko milik Handoyo.

Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
zainuddin
Handoyo (tengah) di sela pemeriksaan di ruang Unit Resmob Polrestabes Surabaya, Jumat (29/1/2016). Toko Prince milik Handoyo di Galaxy Mall baru saja kehilangan berlian sneilai Rp 1,5 miliar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Handoyo (44) terlihat lemah saat masuk ruang Unit Resmob Polrestabes Surabaya, Jumat (29/1/2016).

Bersama dua pegawainya, Suwani (28) dan Michel (23), bos toko emas Prince itu harus menjalani pemeriksaan sebagai saksi terhadap pencurian berlian seharga Rp 1,5 miliar di tokonya di Galaxy Mall, Surabaya, amis (28/1/2016).

Sesekali warga Jalan Kinabalu ini berbincang dengan dua pegawainya selama menjalani pemeriksaan.

Dia juga masih meluangkan waktu menjawab pertanyaan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi disela pemeriksaan.

Begitu pula saat wartawan bertanya, dia masih bersedia menjawab pertanyaan.

Handoyo mengawali bisnis penjualan emas dan berlian pada 2005 lalu. Dia tidak pernah membuka cabang di pusat perbelanjaan atau kota lain.

Toko di Galaxy Mall adalah satu-satunya toko miliknya.

Sebelum mengawali bisnis penjualan emas dan berlian, Handoyo sudah mengetahui kemungkinan adanya pencurian seperti ini.

Makanya dia menaruh CCTV di sekitar toko-nya. Tidak tanggung-tanggung, ada tujuh CCTV yang mengawasi aktivitas pegawai dan calon pembeli selama di toko.

“Saya belum pernah mengalami kejadian seperti ini. Baru sekarang ini,” kata Handoyo.

Selain memasang CCTV, dia juga mengantisipasinya melalui pegawai. Dia tidak sembarangan memilih pegawai.

Handoyo hanya menerima pencari kerja yang berusia di bawah 35 tahun.

Pembatasan usia ini agar pegawainya tidak teledor dalam mengawasi barang berharga di toko miliknya.

Pegawai yang sudah diterima tidak bisa langsung dipercaya melayani pembeli atau memegang berlian dan emas.

Pegawai itu harus menjalani briefing selama beberapa hari. Di antara materi briefing adalah mengantisipasi pencurian yang pura-pura membeli.

Toko tersebut memiliki tujuh pegawai. Empat pegawai menjaga toko pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, toko milik Handoyo itu dijaga tiga pegawai.

Saat pencurian pada Kamis malam, toko itu dijaga Michel, Suwani, dan Lusi.

Tiga pegawai ini sama-sama meladeni tiga calon pembeli. Michel meladeni pelaku pria, Suwani meladeni pelaku perempuan, sedangkan Lusi melayani pembeli lainnya.

Pembeli ketiga ini adalah warga lokal.

Sejak membuka toko berlian dan emas, toko milik Handoyo tidak pernah dikunjungi pembeli berkewarganegaraan asing (WNA).

Dua pencuri yang diduga asal Pakistan itu adalah pembeli WNA pertama yang datang ke toko milik Handoyo.

“Tiga pegawai itu sudah memiliki pengalaman di atas lima tahun. Saya anggap ini musibah,” imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved