Selasa, 7 April 2026

Berita Kampus Surabaya

Dubes Australia: Pendaftar Beasiswa dari Indonesia Tidak Sebanyak Negara Lain

@portalSURYA - Banyak palajar dari berbagai negara mengajukan beasiswa untuk ke Australia, tetapi Indonesia terlihat minim peminatnya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
habibur rohman
Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson di kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, 27 Januari 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Duta Besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, mengajak mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) untuk melanjutkan pendidikan di Australia.

Menurutnya, sejak Masyarakat Ekonomi Asean dibuka, semakin banyak tawaran beasiswa yang diberikan universitas di Australia. Namun, dari berbagai negara yang mengajukan beasiswa, Indonesia tidak menunjukkan banyaknya pendaftar.

“Banyak palajar dari berbagai negara mengajukan beasiswa untuk ke Australia, tetapi Indonesia terlihat minim peminatnya,” tuturnya dalam kunjugan ke UKWMS, Rabu (27/1/2016)

Ia menjelaskan saat ini ada 300.000 mahasiswa dari berbagai negara yang melanjutkan pendidikan di Australia.

Fasilitas dan kualitas pendidikan di Australia tergolong bagus sehingga menjadi tujuan banyak mahasiswa.

“Jurusan yang banyak diminati di sana itu mulai dari teknik, pengembangan medis dan psikologi,” tuturnya.

Selain itu, pendidikan di Australia juga mendukung mahasiswa mancanegara. Misalkan untuk mahasiswa asal Indonesia juga disediakan tempat tinggal, area riset yang terbuka dan juga kerjasama penelitian.

Sebelum berdiskusi terkait pendidikan di Australia, Paul juga melihat karya-karya mahasiswa dan peneliti UKWMS seputar pengembangan kualitas kehidupan manusia dan lingkungan hidup.

Karya-karya tersebut antara lain adalah pemanfaatan limbah alam untuk pengolahan limbah industri, maupun konsep Integrated and Comprehensive Health Science Campus (IHSEP) UKWMS.

Maria Bangun Rizkiana (20) dan Stephanie Novina (21) dari jurusan teknik Kimia Fakultas Teknik UKWMS memaparkan sejumlah temuan tenaga dan bahan alternatif yang dapat digunakan untuk pemanfaatan limbah.

“Semua bahan yang ada selulosanya seperti kulit singkong, enceng gondok, bida dipakai untu bahan pembuatan elektroda untuk menyimpan listrik. Jadi limbah juga bisa dimanfaatkan,” tutur Maria.

Stephanie menambahkan, dari beragam karya dosen dan kakak tingkatnya inilah, ia bisa menadopsi metodologinya untuk bahan skripsinya. “Kami akan terus meneliti beragam pemanfaatan limbah,” tegas Stephanie.

Sementara itu, Rektor UKWMS, Kuncoro Foe GDip Sc PhD menjelaskan, sejauh ini universitasnya banyak memiliki dosen yang melanjutkan sekolah ke Australia. Dari 15 dosen lulusan Australia, 2 di antaranya juga telah menjadi peneliti bertaraf internasional.

“Kalau untuk mahasiswa kami sedang mengintegrasikan silabus, agar bisa membuka program Join Degree,” tegasnya.

Dikatakannya, program join degree ini akan dikhususkan untuk jurusan Bisnis, Teknik Kimia, Akuntansi dan Manajemen. Dalam program ini mahasiswa akan menempuh pendidikan selama 3 tahun di Indonesia dan 1 tahun di Australia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved