Berita Tuban

Tidak Kebal Bacok, Jimat Milik Sampur Sia-sia

"Ini jimat milik Korban (Sampurno) sewaktu duel, ternyata tidak kebal (bacok)" terang Guruh sembari menunjuk pada jimat yang dikabtongi plastik bening

Tidak Kebal Bacok, Jimat Milik Sampur Sia-sia
surya/Iksan Fauzi
Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan (tengah) menunjukkan parang yang digunakan oleh para pelaku saat bertarung, Selasa (26/1/2016). 

SURYA.co.id | TUBAN - Sampur (35) yang bernama asli Sampurno ternyata membawa jimat berupa sebilah keris dan dua logam kecil saat duel dengan Komari (34) hari Sabtu (23/1/2016).

Namun, jimat tersebut tak membuat Sampurno tahan terhadap bacokan parang milik Komari.

Kapolres Tuban, AKBP Guruh Arif Darmawan mengungkapkan itu kepada awak media di Mapolres Tuban, Selasa (26/1/2016).

"Ini jimat milik Korban (Sampurno) sewaktu duel, ternyata tidak kebal (bacok)" terang Guruh sembari menunjuk pada jimat yang dikabtongi plastik bening.

Dalam pertarungan yang sama-sama menggunakan parang berukuran masing-masing sekitar 40 centimeter itu, Sampurno kalah.

Tubuh Sampurno mengalami luka parah akibat sabetan parang Komari.

Luka Sampurno terdapat di bagian kepala, lengan tangan, punggung telapak tangan, dan paha kaki.

Sampurno dibawa ke RSUD Dr R Koesma, karena lukanya para, pihak RSUD Dr R Koesma kemudian merujuk ke RSUD Dr Soetomo pada hari Minggu (24/1/2016).

"Setelah kami telusuri, ternyata K (Komari) dan S (Suwono, 32) mengeroyok Sampurno. Tadi pagi S menyerahkan diri ke aparat desa, lalu dibawa ke sini (Mapolres). K dan S ini kakak beradik," kata Guruh.

Guruh mengatakan, pertarungan ketiga orang tersebut berlangsung di depan SMP Negeri 2 Kerek, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Motif pertarungan itu diduga karena salah paham.

Halaman
12
Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved