Hukum Kriminal Surabaya

Diejek Tidak Jantan, Remaja ini Cabuli Pacarnya yang masih di bawa Umur di Warung Kosong

“Saya pacaran dengan korban sejak enam bulan lalu. Baru sekali bersetubuh,” kata AR, Selasa (26/1/2016).

surya/zainuddin
Tersangka AR tertunduk saat memberi keterangan dalam rilis di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (26/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ejekan teman membuat AR (18) berbuat nekat. Warga Donowati ini tega menyetubuhi pacarnya berinisial DD (13) yang masih duduk di bangku SMP. Akibatnya korban tidak berani pulang ke rumahnya selama sepekan.

Orang tua korban kelimpungan mencari korban ke rumahnya. Ternyata korban menginap di rumah temannya. Awalnya korban berusaha menutupi perbuatan pacarnya. Tapi setelah didesak orangtuanya, korban baru berterus terang.

Akhirnya orang tua korban tidak terima perlakuan tersangka dan melapor ke Mapolrestabes Surabaya.

“Saya pacaran dengan korban sejak enam bulan lalu. Baru sekali bersetubuh,” kata AR, Selasa (26/1/2016).

Remaja yang bekerja sebagai tukang las ini mengaku tidak berniat menyetubuhi korban. Tetapi niat ini baru muncul saat dia nongkrong bersama teman-temannya di Taman Apsari. DD dan beberapa teman wanitanya juga ikut nongkrong.

Saat nongkrong inilah teman-temannya sering mengejek tersangka. Tersangka dianggap kurang jantan karena tidak pernah bersetubuh. Tersangka hanya tersenyum menanggapi ejekan itu. Begitu pula korban hanya tersenyum.

Di sela nongkrong ini, teman-temannya minta tersangka membeli rokok. Tersangka bersedia memenuhi permintaan temannya. Dia mengajak AR untuk membeli rokok.

Dalam perjalanan kembali ke Taman Apssari, tersangka melihat warung yang sudah tidak terpakai. Tersangka langsung membelokkan motornya ke warung itu.

Korban awalnya sempat bertanya alasan tersangka membelokkan motornya. Pertanyaan ini dijawab dengan pencabulan dan persetubuhan di lokasi.

“Saya pulang dulu setelah mengantarkan DD ke Taman Apsari,” tambah AR.

Setelah kejadian ini, korban tidak pernah pulang ke rumahnya di Jalan Tanjungsari.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar mengungkapkan tersangka mengaku perbuatan dilakukan tanpa paksaan. Tapi penyidik masih mendalami kemungkinan tersangka mengancam atau menjanjikan sesuatu sebelum menyetubuhi korban.

“Kami juga mendalami berapa kali tersangka menyetubuhi korban,” kata Lily.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved