Hukum Kriminal Surabaya

Bukti Makin Beraninya Jaringan Narkoba, Seludupkan Pil Ekstasi Lewat Pos

Pengiriman ekstasi diperkirakan sudah berlangsung lama dan beberapa kali lewat kantor pos.

Bukti Makin Beraninya Jaringan Narkoba, Seludupkan Pil Ekstasi Lewat Pos
Surya/ Anas Miftakhudin
Pil esktasi yang diselundupkan ke Surabaya dikemas menggunakan pembungkus teh saat diamankan Ditnarkoba Polda Jatim di Kantor Pos Kebon Rojo, Selasa (26/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sindikat peredaran atau pengiriman pil ekstasi Internasional dari China yang akan diedarkan di Indonesia dibongkar anggota Ditnarkoba Polda Jatim. Sebanyak 60.042 buah pil ekstasi diamankan dari Kantor Pos Pusat Jalan Kebon Rojo.

Dalam penangkapan itu, anggota Ditnarkoba Polda Jatim juga menangkap CY alias Ming ZNI, 32, berkebangsaan China, Jumat (23/1). Lelaki yang kos di kamar 510 Metro House, Jalan Raya Dukuh Kupang Barat, Surabaya saat mengambil barang haram itu. Ketika ditangkap, tersangka ngeyel jika barang yang diambil itu adalah teh hijau kemasan.

Direktur Narkoba, Kombes Pol Eko Wahyu yang memimpin penangkapan menyuruh tersangka duduk. Begitu bungkusan kardus dibuka dan beberapa kaleng kemasan teh hijau dibuka, tersangka tidak berdalih lagi. Tersangka yang awalnya ngotot langsung lemas setelah ditunjukkan butiran pil ekstasi itu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Drs RP Argo Yuwono, mensinyalir tersangka CY masuk dalam sindikat narkoba Internasional. Tengara itu terlihat dari nama penerima yakni atas nama tersangka.

Padahal tersangka berkebangsaan China dan datang ke Indonesia (Surabaya) menggunakan paspor wisata. Sementara nama pengirim barang adalah orang Indonesia.

“Sepertinya sudah direncanakan dengan matang pengiriman pil esktasi lewat Surabaya ini,” tandas Kombes Argo, Selasa (26/1).

Siapa nama orang Indonesia yang mengirim pil ekstasi dari Cina?
“Ini masih diselidiki karena untuk mengungkap jaringan yang lebih besar,” terangnya.

Untuk membongkar jaringan narkotika Internasional ini, penyidik harus berjuang keras. Tersangka yang tidak bisa Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris harus mendatangkan penerjemah khusus. Karena bahasa yang dikuasai tersangka berbeda dengan Bahasa China yang biasa digunakan di Indonesia.

“Semoga lewat penerjemah ini, mata rantai peredaran narkotika di Indonesia bisa terungkap semua,” ujarnya.

Menurut Argo, pil ekstasi yang ditemukan di Kantor Pos Pusat Jalan Kebon Rojo diduga berasal dari Jepang kemudian dikirim lewat Cina dan menuju Indonesia (Surabaya).

Dari Surabaya ini, ribuan pil ekstasi dengan nilai miliaran rupiah akan dikirim ke Jakarta.

“Bisa jadi Surabaya hanya transit kemudian dikirim ke Jakarta. Bahkan ada dugaan pil ekstasi itu juga diedarkan di Surabaya,” paparnya.

Pengiriman ekstasi diperkirakan sudah berlangsung lama dan beberapa kali lewat kantor pos. Namun petugas baru medapat informasi dan langsung dilakukan panyanggongan. Untuk mengungkap sindikat ini, polisi melakukan under cover sekitar sebulan.

Setelah diketahui pengiriman barang lewat paket masuk ke Kantor Pos Kebon Rojo, petugas langsung nyanggong orang yang akan mengambil.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved