Breaking News:

Pilbup Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Terpilih Masih Disebut Calon, Rapat Paripurna Sempat Diskors

@portalSURYA - Skors itu terjadi lantaran saat pembacaan surat penetapan, bupati dan wakil bupati disebut sebagai 'calon'.

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Yuli
irwan syairwan
DARI KIRI - Pj Bupati Sidoarjo, Ketua DPRD, Bupati dan Wakil Bupati terpilih. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Rapat Istimewa Paripurna penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih sempat diskors Ketua DPRD Sidoarjo, Sullamul Hadi Nurmawan.

Skors itu terjadi lantaran saat pembacaan surat penetapan, bupati dan wakil bupati disebut sebagai 'calon'.

Surat penetapan itu dibuat dan dibacakan oleh Sekretaris DPRD, Endang Soesijanti. Ketika menyebut Saiful Illah dan Nur Achmad Syaifuddin sebagai calon bupati dan wakil bupati, Nurmawan langsung menginterupsi.

"Maaf rapat harus saya skors sebentar. Seharusnya ibu tidak membacakan atas nama 'calon', tapi langsung saja dibacakan atas nama Bupati dan Wakil Bupati terpilih," kata Nurmawan kepada Endang Senin (25/1/2016).

Mendengar penjelasan Ketua DPRD, Endang mengulang pembacaan penetapan bupati dan wakil bupati Sidoarjo terpilih.
Setelah dibacakan ulang, tanpa ada kata 'calon', akhirnya Nurmawan mengetuk palu pertanda penetapan bupati dan wakil bupati Sidoarjo terpilih sah secara hukum.

"Ini baru benar. Sah," ujarnya.

Kepada awak media, Saiful Illah menyatakan akan meneruskan PR kepemerintahan sebelumnya, diiringi dengan membuat program-program baru.

"Yang lama diselesaikan, dan juga buat terobosan baru. Kami akan langsung bekerja setelah ditetapkan Mendagri," ujar Saiful singkat.

DPRD Sidoarjo menggelar rapat paripurna untuk menetapkan bupati dan wakil bupati Sidoarjo terpilih setelah ada instruksi dari Mendagri, berupa surat edaran (SE).

Dalam SE itu, pemenang Pilkada Serentak harus ditetapkan pada rapat paripurna DPRD setempat sebelum disahkan oleh Kemendagri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved