Minggu, 26 April 2026

Berita Pendidikan Surabaya

14 Siswa Korea Belajar Silat di Surabaya dan Kampanyekan #KamiTidakTakut

@portalSURYA - “I think Indonesia is save. Just like in Korea, so Kami Tidak Takut,” tuturnya

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
BELAJAR SILAT - Sebanyak 14 siswa asal Daejo Middle School, Busan Korea Selatan belajar pencak silat di SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Senin (25/1/2016). Selain program pembelajaran bela diri khas Indonesia, mereka juga akan belajar musik tradisional, serta mengikuti pembelajarn bahasa Inggris di kelas bersama siswa lainnya. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Siswa asal Daejo Middle School, Busan, Korea Selatan berkunjung selama sepekan ke Surabaya.

Ada 14 siswa yang dikirim untuk mempelajari budaya di Surabaya bersama keluarga siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya.

Menggunakan seragam pencak silat berwarna merah, belasan siswa ini memulai latihan dasar dalam bela diri.

Mereka juga membawa sanduk bertuliskan ‘#KamiTidakTakut’ secara bergantian dan menceritakan perasaan mereka terkait ancaman teror yang sempat terjadi di Indonesia.

Hong Kyun Park, siswa kelas 1 Daejo Middle School mengungkapkan dirinya sudah memahami keberadaan agama Islam di Indonesia ini merupakan Islam yang toleran sehingga tidak ada kehawatiran saat harus mengikuti studi banding ini.

“I think Indonesia is save. Just like in Korea, so Kami Tidak Takut,” tuturnya usai mengikuti latihan pencak silat di SMP Muhammadiyah 5 Pucang, Senin (25/1/2016).

Ia pun telah tinggal bersama keluarga angkatnya di Indonesia. Keramahan dan kemudahan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris membuatnya mengerti kebiasaan-kebiasaan di Surabaya.

I am so sorry, but I got spicy breakfast, but everything is so nice in here,” ujarnya menceritakan makanan di rumah keluarga angkatnya.

Sementara itu, pendamping sekaligus guru siswa asal korea, Song Eek Hong menuturkan, siswanya sangat senang bisa ikut mendukung aksi ‘Kami Tidak Takut’.

Sebelum keberangkatan, siswa-siswanya juga sudah diberi pemahaman terkait bangsa Indonesia dan terror diberbagai negara.

“Kami tidak khawatir untuk berkunjung dan saling bertukar ilmu di Indonesia. Masyarakat Indonesia itu memiliki toleransi yang tinggi dan ramah,” ungkapnya.

Selain program pembelajaran bela diri khas Indonesia, mereka juga akan belajar musik tradisional. Serta mengikuti pembelajarn bahasa Inggris di kelas bersama siswa lainnya.

Humas SMPM 5 Pucang, Surabaya, Syafi'ur Rohman menjelaskan, kejadian bom di Jakarta terjadi 3 hari sebelum keberangkatan siswa-siswa dari Korea ini.

“Mereka ama sekali tidak takut, bahkan ingin ikut membuktikan bahwa Indonesia ini aman,” tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved