Breaking News:

Berita Sidoarjo

Ketut Lega sudah Pegang Sertifikat Rumahnya

Rajin menanam herbal dan mengolahnya sehingga dapat menghasilkan nilai bisnis yaitun dapat menambah penghasilan (dari hasil olahan tanaman herbal).

surya/Irwan Syairwan
Menteri ATR/BPN, Ferry Mursyidan Baldan tengah menunjukan sertipikat tanah warga lumpur sistem resettlement. Tampak pula gurbernur jatim soekarwo mendampingi proses serah terima 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Ketut Perbana (56) tak bisa menyembunyikan kelegaannya setelah mendapatkan sertifikat rumahnya di Kahuripan Nirwana Village (KNV), Rabu (20/1/2016).

Apalagi, sertifikat rumah warga korban lumpur Lapindo dengan sistem pembayaran resettlement itu diserahkan langsung oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baladan.

"Sudah lima tahun lebih saya menanti-nantikan (sertifikat) ini. Sekarang sudah di tangan, lega rasanya," kata Ketut sambil menunjukan sertipikat rumah tipe 36 di KNV.

Ketut dan warga resettlement lainnya memang tengah sumringah. Sebab, berita aksi-aksi demo mereka berhasil mencuri perhatian Menteri ATR/BPN hingga melakukan instruksi penerbitan sertifikat itu dengan segera.

"Kami juga berterimakasih kepada rekan-rekan media, karena pemberitaannya bisa menggugah Pak Menteri," sambung warga Desa Renokenongo ini.

Ketut menuturkan 2011 lalu ia sudah memegang kunci rumah di KNV. Namun, sertipikatnya belum keluar dengan berbagai alasan.
Kendati demikian, setelah terbit sertifikat itu, justru pensiunan karyawan asuransi ini merasa beruntung.

Sebab, rumah yang tadinya seharga Rp 86 juta itu kini nilai investasinya menjadi hampir 6 kali lipat, atau Rp 500 juta.

"Mungkin nanti saya mau gelar selamatan," ujarnya.

Menteri ATR/BPN, Ferry Mursyidan Baldan, menuturkan pihaknya merasa miris setelah membaca berita tentang aksi demo warga resettlement terkait sertipikat yang belum diterbitkan.

"Saya instruksikan harus bisa selesai dua minggu," imbuh Ferry.

Ferry menyatakan sebanyak 493 sertifikat tanah dan rumah warga resettlement ia terbitkan.

Sertifikat itu merupakan penyelesaian dari warga yang telah memiliki akta jual beli (AJB).

Jumlah warga resettlement sendiri ada 1.869 dokumen.
Sebanyak 1.150 di antaranya sudah selesai ditambah data terbaru yang hari ini mendapatkan sertifikatnya.

Sisa 226 berkas masih belum bisa diproses karena adanya kekurangan dokumen.

"Sertifikat yang kami terbitkan ini baru sertifikat hak guna bangnan (SHGB). Tapi kami persilakan warga kalau mau ditingkatkan lagi menjadi sertipikat hak milik (SHM). Akan kami akomodir," ujarnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved