Bom di Sarinah

Omong Kosong Bahrun Naim dalam Tulisan di Blognya soal Target Serangan

Itu terlihat dari tulisannya dalam blog bahrunnaim.co yang sudah diblokir namun cache data blog itu mudah didapat siapapun.

Omong Kosong Bahrun Naim dalam Tulisan di Blognya soal Target Serangan
bahrunnaim.co
OMONG KOSONG - Bahrun Naim bilang, serangan kaumnya hanya ditujukan pada aparat tetapi begitu banyak fakta bahwa teror juga membahaykan warga biasa. 

Ia berusaha memberi landasan moral pada aksi teror, tetapi segera gugur setelah begitu banyak fakta yang menunjukkan dampak teror membahayakan siapapun, termasuk orang-orang biasa yang tak berdosa. 

MENGHINDARI BUFFLING INTELIJEN

Akhir-akhir ini masyarakat Indonesia disibukkan dengan segala pemberitaan tentang ISIS. Bermula dari sebuah akun facebook seseorang yang mengupload video suara dari teroris paling dicari di Indonesia, Santoso alias Abu Wardah.

Suara tersebut paling tidak membuat heboh aparat keamanan karena ancamannya untuk menghancurkan Polda Metro Jaya dan mengibarkan bendera tauhid di Istana Negara. Meski banyak pihak yang tidak yakin bahwa jaringan santoso mampu melakukan aksi yang disebut terinspirasi oleh kasus Prancis tersebut.

Akhirnya, aparat kepolisian meningkatkan keamanannya. Menambah jumlah personil yang berjaga dari 5 orang menjadi 10 orang. Dan menambah jam piket pengawasan tempat-tempat tertentu seperti Polda Metro Jaya, dari 12 jam menjadi 24 jam.

Lalu sebenarnya untuk apa peningkatan personil petugas yang berjaga tersebut apabila aparat tidak meyakini bahwa jaringan santoso mampu melakukan aksi?

Polisi (taghut) mengetahui bahwa sasaran sebenarnya dari Santoso dan Abu Wardah adalah aparat keamanan, dan bukan masyarakat. Namun disini ansharut taghut melakukan buffling (pengeruhan) isu dengan 'menakut-nakuti' masyarakat agar waspada terhadap ancaman teroris di tempat-tempat umum, dan objek vital. Hal tersebut dilakukan karena ansharut taghut ingin menjaga 'keberpihakan' masyarakat terhadap isu terorisme.

Padahal dalam rekaman suara santoso tersebut jelas menyebutkan bahwa tempat-tempat yang ditarget bukanlah tempat-tempat umum. Namun tempat-tempat khusus yang bercokol aparat keamanan. Bahkan serangan tersebut terfokus ke istana Negara dan Polda Metro Jaya secara khusus.

Berbeda dengan isu-isu terorisme sebelumnya. Isu ISIS benar-benar memfokuskan terhadap kelompok tertentu yang dianggap tidak hanya mengancam Negara dan aparat pemerintahan, namun juga masyarakat secara luas. Itulah tujuan buffling intelijen toghut Indonesia terhadap opini ISIS secara umum.

Namun sejatinya buffling intelijen taghut Indonesia tidak berjalan sempurna, karena beberapa hal :

Halaman
1234
Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved