Selasa, 7 April 2026

Berit Jombang

Ipul: Jika Semua Ulama seperti Kiai Aziz, Teroris Tak Pernah Ada

“Kiai Aziz Mansyur selalu mendidik santrinya untuk cinta Tanah Air dan manfaat bagi umat,” puji Gus Ipul.

Penulis: Sutono | Editor: Parmin
surya/sutono
Gus Ipul bersama Menpora Imam Nahrawi (kiri) pada acara 40 hari wafatnya KH Azis Mansyur di Pacul Gowang Diwek Jombang, Jumat malam (15/1/2016). 

SURYA.co.id | JOMBANG – Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memuji almarhum KH Aziz Mansyur, pengasuh Ponpes Tarbiyatun-Nasyiin, sebagai sosok yang punya ilmu banyak, ilmu yang dalam, serta bermanfaat.

“Bermanfaat untuk santri-santrinya untuk masyarakat serta negara,” kata Gus Ipul, saat menghadiri peringatan 40 hari wafatnya KH Aziz, di Ponpes Tarbiyatun Nasyiin, Dusun Paculgowang, Desa Jatirejo, Diwek, Jombang, Jumat (15/1/2016) malam.

Sejumlah menteri terlihat hadir dalam acara kiai yang juga Ketua Dewan Syura DPP PKB itu, terutama menteri-menteri dari PKB. Yakni Menpora Imam Nahrawi, Menristek Dikti M Nasir, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakiri.

Dalam bagian lain sambutannya, Gus Ipul menyampaikan karena kedalaman ilmunya, sosok Kiai Aziz, menjadi orang yang sangat halus budi pekertinya.

“Kepada orang yang lebih muda, bahkan kepada santrinya, beliau itu pakai ‘kromo inggil’ (bahasa Jawa halus),” jelasnya.

Meskipun ilmunya banyak dan dalam, sambung Gus Ipul, Kiai Aziz tidak pernah menyalah-nyalahkan orang lain.

“Apalagi mengkafir orang lain. Banyak lho sekarang, ilmunya belum banyak, tapi sudah mengkafirkan orang lain,” tambahnya.

Diungkapkan Gus Ipul, jika sekarang ini banyak kiai seperti Kiai Aziz, teroris tak akan pernah ada di Indonesia.

“Guru itu menentukan. Kalau pelaku bom Jakarta itu ‘nyantri’ di Kiai Aziz, tak akan jadi seperti itu,” terang Gus Ipul.

Sebaliknya, menurut Gus Ipul, mereka akan santri yang halus budi pekertinya serta manfaat kepada orang lain.

“Sebab Kiai Aziz ini selalu mendidik santrinya untuk cinta Tanah Air dan manfaat bagi umat,” puji Gus Ipul yang juga kemenakan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai Aziz juga mengajarkan santrinya mengelola pertanian, ternak, toko dan lembaga keuangan baitul-mal wat-Tanwil (BMT).

“Beliau ingin agar para santrinya ketika kembali ke masyarakat bisa mandiri secara ekonomi serta dapat berdakwah menyebarkan Islam yang santun di tengah masyarakat,” paparnya.

Semua pihak, kata Gus Ipul, sepakat deradikalisasi digencarkan untuk membendung terorisme.

“Para kiai seperti Kiai Aziz dengan pesantrennya, sejak dulu sudah melakukan deradikalisasi itu,” kata Gus Ipul.

Karenanya, lanjut Gus Ipul, kalau Indonesia ingin bebas teroris sebenarnya gampang, dengan membesarkan pesantren.

“Mendukung pesantren. Masukkan anak-anak ke pesantren. Pasti mereka tak akan bisa dipengaruhi untuk jadi teroris,” paparnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved