Berita Surabaya
Creative family day 2016 SD Muhammadiyah 16; Sempatkan Ikuti Keinginan Anak Ikut Lomba
Dian Agustina (29), pegawai swasta, menyempatkan libur kerjanya untuk memenuhi keinginan anaknya dengan hadir dalam acara ini.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA – Tak seperti biasanya, ruas jalan di sekitar SD Muhammadiyah 16 Surabaya riuh dengan tawa orang tua dan anak-anak. Para orang tua ini berasal dari warga sekitar sekolah SD Muhammadiyah 16 Surabaya.
Mereka sedang menikmati hiburan dalam Creative family day 2016 yang diadaka rutin oleh sekolah.
Namun, tahun ini kemeriahan kagiatan yang bertema ‘Indahnya bersama keluarga, nikmatnya berbagi bersama’ melibatkan warga sekitar. Hiburan ludruk khas Surabaya juga ditampilkan untuk memerihkan acara.
Dian Agustina (29), pegawai swasta, menyempatkan libur kerjanya untuk memenuhi keinginan anaknya dengan hadir dalam acara ini. Bahkan ibu dari Quaneisha Calya (7) ini juga mengikuti lomba makan es puter yang diinginkan anaknya.
“Anaknya pingin kami datang, jadi ya sekalian liburan keluarga sama suami juga. Biasanya kami selalu kerja terus, jarang ada waktu main-main sama anak juga,” ujarnya.
Menurut Dian, dengan kegiatan ini ia bisa mengenal orang tua teman anaknya. Dan saling bercerita tentang cara mengasuh anak. “Nambah pengalaman kenal banyak ibu-ibu,” ungkapnya.
Anak-anak dilibatkan dalam berbagai penampilan, mulai dari pembacaan puisis, drama hingga menyanyi hip hop.
Komite Orang tua siswa, Susiana Mustam (35) menejelaskan, anak-anak dilibatkan dalam berbagai lomba menyenangkan.
“Seperti lomba menyuapi es krim ke orang tua. Itu cara kami agar anak-anak meminta orang tuanya ikut ke sekolah dan menemani ikut lomba. Kalau orang tua tidak bisa kami paksa langsung karena punya banyak urusan juga,” tutur penanggung jawab acara ini.
Selain untuk menyenangkan warga di sekitar sekolah agar tidak terganggu acara ini, orang tua perwakilan setiap kelas diharuskan mengikuti lomba membuat rujak cingur.
Setiap kelas dapat membuat untuk 20 porsi, sehingga cukup untuk semua warga, guru maupun panitia.
“Macam-maam kreasi rujaknya ibu-ibu ini, ada yang pedas sekali ada yang tanpa usaha. Jadi semua bahan sudah jadi dari rumah,” candanya.
Dengan lomba ini, diharapkan orang tua siswa sekelas jua akan saling mengenal dan bekeja sama. Sehingga tidak ada kesenjangan antar orang tua karena telah membaur satu sama lain.
Bermacam lomba lain juga ditujukan mendekatkan orang tua dengan anak, seperti memakaikan make up pada bunda dengan mata tertutup atau lomba memindahkan karet dengan sedotan bersama ayahnya.
Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Maulana menjelaskan tahun ini sekolah lebih mengkhususkan pendekatan dengan warga sekitar sekolah. Serta peningkatan kepedulian pada kesenian daerah seperti ludruk.
“Jadi jangan sampai pemain-pemain ludruk ini akhirnya terlupakan,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ludruk_20160116_203137.jpg)