Bom di Sarinah

Blog Bahrun Naim, Terduga Pengendali Bom di Sarinah, Akhirnya Diblokir

Berdasarkan data Whois domain, Bahrun Naim mendaftarkan alamat blognya itu sejak 25 November 2015 dan seharusnya kedaluwarsa setahun kemudian.

Blog Bahrun Naim, Terduga Pengendali Bom di Sarinah, Akhirnya Diblokir
BAHRUNNAIM.CO
SEBELUM DIBLOKIR - Sebagian tampilan laman blog Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo, terduga pengendali serangan teror bom di kompleks Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) pagi. 

SURYA.co.id | JAKARTA - Laman blog Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo, terduga pengendali serangan teror bom di kompleks Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1/2016) pagi, akhirnya diblokir. 

Saat SURYA.co.id mengakes pada 15 Januari 2016 pagi, blog-nya yang beralamat di bahrunnaim.co sudah tidak memunculkan data apapun. 

Sebelumnya, pada 14 Januari 2016 malam, blog yang menumpang hosting di blogspot itu masih bisa diakses. 

Berdasarkan data Whois domain, Bahrun Naim mendaftarkan alamat blognya itu sejak 25 November 2015 dan seharusnya kedaluwarsa setahun kemudian. 

Siapa yang memblokir? Belum ada keterangan resmi namun sejak lama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta Kementerian Informatika untuk memblokir situs maupun blog yang terkait propaganda terorisme.

Seperti diketahui, nama Bahrun Naim makin sering disebut sejak Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Tito Karnavian, menuding dia sebagai pengendali teror di Sarinah.

Menurut dia, penyerangan tersebut didalangi oleh Bahrun Naim, seorang narapidana kasus terorisme pada 2010 lalu.

"Jadi Bahrun Naim yang ingin dirikan Kathibah Nusantara di Indonesia," ujar Tito sebagaimana dikutip berbagai media, saat menggelar jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/1/2016) sore.

Bahrun Naim terlahir di Pekalongan, 6 September 1983 dan kuliah hingga lulus dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Penulis: Yuli
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved