Breaking News:

Dokter LP Porong Ditangkap BNN

Ini Harga Obat-obatan di Apotek Dokter Heriyanto Budi

“Pembeli tanpa resep dokter pun dilayani. Bahkan pembeli bisa membawa pulang obat itu,” kata Suparti, Kamis (14/1/2016).

surya/zainuddin
Dr Heriyanto Budi (kiri) menyaksikan petugas BNNK Surabaya mendata obat yang disita dari rumahnya, Kamis (14/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dr Heriyanto Budi sudah telah menjual narkotika golongan III ke pecandu sejak 2012. Dr Heriyanto mematok harga lebih mahal dibandingkan harga di pasaran. Ini karena barang tersebut dijual secara ilegal.

Seperti saat menjual sebutir Suboxone. Dr Heriyanto membeli sekotak Suboxone seharga Rp 406.000. Setiap kotak Suboxone berisi tujuh butir pil. Berarti setiap butirnya dr Heriyanto membeli seharga Rp 58.000.

Dr Heriyanto menjual setiap butirnya seharga Rp 180.000. Tapi pecandu dapat membeli separuh pil seharga Rp 90.000.

Kepala BNNK Surabaya, AKBP Suparti memastikan aktivitas tersangka tidak berkaitan dengan pekerjaannya sebagai dokter di Lapas Porong. Tersangka hanya membuka usahanya di rumahnya di Jalan Jemur Andayani XVII.

“Pembeli tanpa resep dokter pun dilayani. Bahkan pembeli bisa membawa pulang obat itu,” kata Suparti, Kamis (14/1/2016).

Terbongkarnya penjualan ini bermula dari dua pencandu yang menjadi pasien rehabilitasi BNNK. Keduanya mengaku sering mendapat obat itu dari tersangka. Karena pemakainnya tanpa pengawasan, pecandu sering menyalahgunakan penggunaan obat ini.

Seharusnya Suboxone digunakan dengan cara ditaruh lidah. Tapi di tangan pecandu langganan dr Heriyanto, obat ini sering digunakan dengan cara disuntikkan. Akibatnya penyalahgunaan ini berdampak pada tertularnya pengakit akibat penggunaan alat suntik secara massal.

Menurutnya, dua orang yang dalam pengawasan BNNK itu sedang terserang penyakit. Tapi mantan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya ini enggan membeber penyakit yang diidap dua pasien itu.

“Pokoknya penyakit itu akibat joinan alat suntik. Kan banyak penyakit yang bisa tertular karena penggunaan alat suntik secara bergantian,” tambahnya.

Dokter Heriyanto dimasukkan ke sel tahanan Polsek Gayungan pada pukul 12.30 WIB.
Awalnya dr Hariyanto akan dijebloskan ke sel tahanan pada pukul 09.00 WIB. Tidak ada sepatah kata pun keuar dari bibir dr Heriyanto.

Halaman
12
Penulis: Zainuddin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved