Breaking News:

Berita Jombang

SDN di Jombang Setahun Tanpa Guru Agama

#JOMBANG - Sekolah tersebut SDN Sengon II, Kecamatan Jombang Kota.

surya/sutono
SDN Sengon II di Kecamatan Jombang Kota yang sudah hampir setahun tanpa guru agama. 

SURYA.co.id  | JOMBANG - Sungguh ironis. Sebuah sekolah dasar negeri (SDN) yang relatif berada di perkotaan Jombang sudah hampir setahun ini tidak mempunyai seorang pun guru mata pelajaran agama. Sekolah tersebut SDN Sengon II, Kecamatan Jombang Kota.

Kondisi tidak-adanya guru agama itu membuat orang tua dan wali murid resah. Mereka khawatir perkembangan mental anak didik tak terarah karena tidak dibekali ilmu agama di sekolah.

Para orang tua dan wali protes ke instansi terkait, termasuk Dinas Pendidikan (Dindik) setempat. Hanya saja, tuntutan itu hingga sekarang tidak mendapat respon. SDN Sengon II pun tanpa guru agama.

"Kalau dihitung sudah sekitar tujuh bulan ini SDN Sengon II tidak memiliki guru agama. Padahal, pelajaran agama itu sangat penting bagi tumbuh-kembang anak didik, utamanya dari segi mental spiritual,” keluh Nurul Arifin, orang tua wali murid SDN Sengon II, Rabu (13/1/2016).

Nurul Arifin mengatakan, karena tidak memiliki guru agama, maka pendidikan agama tidak diajarkan di sekolah tersebut. Akibatnya, saat waktunya pelajaran agama, seluruh anak didik hanya diberi tugas menulis.

“Kondisi ini terjadi sejak semester satu. Mulai dari kelas 2 hingga kelas 6, tidak ada guru agama,” terang Nurul Arifin. Sebelumnya, lanjut Nurul Arifin, pernah ada guru agama di sekolah tersebut.

Akan tetapi menjelang kenaikan kelas kelas tahun lalu, guru tersebut dikeluarkan karena tidak memenuhi persyaratan mengajar. Guru agama tersebut hanya lulusan pondok pesantren tanpa memiliki ijazah pendidikan formal.

Merespon kondisi itu, para wali sempat menyampaikan protes ke sekolah. Namun lagi-lagi, protes itu tidak mendapat tanggapan. "Padahal, bulan Mei mendatang akan ada ujian akhir. Kami berharap kekosongan guru agam segera diisi," harap Nurul Arifin.

Massifah, salah satu Wali Kelas di SDN Sengon II membenarkan kondisi kekosongan guru agama itu. Dia merinci, sebelum Mei 2015, ada guru agama di SDN Sengon II.

Akan tetapi, setelah Mei 2015, guru agama bernama Aman tersebut tidak mengajar lagi. “Sejak itulah terjadi kekosongan guru agama,” kata Massifah.

Diakui Massifah, pihak sekolah sudah mengajukan permohonan ke Dindik, agar kekosongan tersebut diisi. Tapi belum dikabulkan. "Karena itu pula, setiap ada pelajaran agama, siswa di sekolah hanya kita minta untuk menulis," pungkasnya.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindik Jombang Priadi membenarkan jika memamg tidak ada guru agama di SDN Sengon II. Bahkan tak hanya SDN Sengon II, sejumlah sekolah juga mengalami hal serupa.

Kondisi itu, men urut Priadi, karena banyak guru agama yang pensiun bersama-sama dan tidak pernah ada penerimaan calon pegawai negeri sipil untuk formasi guru agama.

“Guna mengatasi itu, solusi sementara yang dilakukan oleh rata-rata sekolah adalah merekrut tenaga guru sukarelawan yang memiliki ‘basic’ pendidikan agama,” ujar Priadi.

Penulis: Sutono
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved