Ulang Tahun KBS
Ini Lo Nama Kebun Binatang Surabaya di Jaman Pemerintahan Belanda
Penulis kenamaan Henri Nurcahyo bakal memberi hadiah buku berjudul Seratus Tahun Kebun Binatang Surabaya di hari ulang tahun KBS ke-100.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
SURYA.co.id | SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada 31 Agustus 2016 mendatang akan masuk usia 100 tahun. Di saat spesial itu, penulis kenamaan Henri Nurcahyo bakal memberi hadiah buku berjudul Seratus Tahun Kebun Binatang Surabaya.
Seniman yang kini mukim di Sidoarjo itu mengaku, niatnya itu termotivasi oleh semangat yang sama yang pernah dilakukan HFK Kommer, seorang wartawan Belanda yang merintis hadirnya ‘rumah’ untuk koleksi binatang miliknya. “100 tahun lalu Kommer kebingungan lantaran binatang miliknya makin berkembang biak banyak. Teman-temannya pun mengusulkan dibentuk kepengurusan agar bisa dirawat bersama,” papar Henri Nurcahyo saat bertandang ke Kantor Surya, Jumat (8/1).
Dari situlah kemudian dibentuk Vereeniging (perkumpulan) Soerabaiasche Plante en Dierentuin yang merawat sejumlah satwa di Jl Kaliondo Surabaya. Sebelum akhirnya pindah ke kawasan Wonokromo, Soerabaiasche Plante en Dierentuin ini sempat pindah ke Jalan Grudo di kawasan Pandegiling Surabaya.
Menurut Henri, ketika itu KBS ini menempati lahan bekas pabrik gula. Baru pada tahun 1920, satwa yang terus berkembang biak tersebut pindah ke Wonokromo.
Kepindahan itu atas ‘jasa’ Oost Java Stoomtram Maatschappij (OOJ/Perusahaan Trem Uap Jawa Timur) yang menghadiahkan areal seluas 30.500 m2 untuk menampung satwa-satwa liar tersebut.
Pada saat yang sama, lanjut Henri, Pelni ketika itu juga memberi bantuan berupa transportasi gratis untuk mendatangkan hewan-hewan dari luar negeri ke Surabaya. “Jadi ini semangatnya adalah hadiah. KBS terbentuk atas hadiah dari banyak pihak. Karena itu pula, di ulang tahun ke-100 ini saya bertekad memberi hadiah. Sebagai penulis saya tentu memberi hadiah berupa buku,” tandasnya.
