Berita Kampus Surabaya

Jatim Hentikan Proses Peralihan PTS Menjadi PTN, Ini Alasannya

mengedepankan proses peralihan PTS menjadi PTN pada area 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Jatim Hentikan Proses Peralihan PTS Menjadi PTN, Ini Alasannya
surya/adrianus adhi
Suprapto 

SURYA.co.id | SURABAYA – Jawa Timur masih memberlakukan Moratorium atau pemberhentian sementara proses Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi peguruan tinggi negeri (PTN).

Moratorium sejak tahun 2013 karena mempertimbangkan kesediaan dana pemerintah untuk Perguruan Tinggi Negeri.

Selain itu mengedepankan proses penegerian pada area 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

“Saat ini yang didorong untuk menjadi negeri masih PTS di wilayah perbatasan, sehingga Jatim tidak masuk wilayah itu,” ujar Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VII Suprapto, Minggu (10/1/2016).

Menurutnya saat PTS menjadi negeri bukan hanya aset yang dialihkan menjadi milik negara. Tetapi negara juga harus mendanai pengajarnya.

Adanya moratorium ini mengakibatkan kopertis tidak melakukan pemilahan pada 332 PTS yang dinaungi. Meski demikian Suprapto tidak menampik sempat adanya pengajuan penegerian kampus PTS.

Diantaranya Universitas Wiraradja Sumenep, Universitas Pancamarga probolinggo, dan Universitas Merdeka Madiun.

UPN (Univesitas Pembangunan Nasional’Veteran’) Jatim barusan dinegerikan tahun 2014, tapi dia mengajukan sebelum ada moratorium. Itupun, lanjut Suprapto, menyisakan persoalan terkait tenaga dosen yang tidak diangkat menjadi PNS karena beban negara besar.

Rektor UPN Jatim, Prof Teguh Soedarto menyatakan moratorium PTS untuk menjadi PTN di Jatim sudah tepat, karena pemerintah saat ini memang lebih memprioritaskan area 3T.

“Tetapi, akan lebih baik seperti politeknik yang dinegerikan. Karena sebenarnya butuh tenaga madya untuk politeknik,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved