Breaking News:

"Ganti Rugi Akibat Semburan Lumpur Lapindo Saja Belum Lunas, Kok Sekarang Ngebor Lagi"

Ia juga khawatir, jika Lapindo tetap ngotot mengebor, maka akan menimbulkan dampak sosial di masyarakat.

surya/irwan syairwan
Polisi berjaga-jaga di lokasi pengeboran Lapindo di daerah Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (6/1/2016). 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Setelah Gubernur dan WALHI Jatim, kali ini giliran DPRD Jatim yang menolak rencana PT Lapindo Brantas melakukan pengeboran migas di Sidoarjo.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Hammy Wahyunianto mengatakan, pihaknya menolak tegas rencana pengeboran migas di Dusun Kaliwungu RT 3 RW 2 Desa Banjar Asri, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, karena selama ini PT Lapindo Brantas dinilai tak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan ganti rugi terhadap korban lumpur Lapindo.

"Wong ganti rugi akibat semburan lumpur Lapindo saja belum lunas. Kok sekarang ngebor lagi," ujarnya, Minggu (10/1/2016).

Politisi PKS ini juga khawatir, jika Lapindo tetap ngotot mengebor, maka akan menimbulkan dampak sosial di masyarakat.

"Makanya pemerintah harus mengkaji ulang perizinan untuk pengeboran lagi tersebut," tandanya.

Menurut Anggota DPRD dari daerah pemilihan I Jatim (Surabaya - Sidoarjo) ini, jika nanti Lapindo tetap melakukan pengeboran, pihaknya akan mempertanyakan komitmen dari pemerintah, khususnya Pemkab Sidoarjo yang mengizinkan pengeboran tersebut di wilayahnya.

Karena ketika kampanye Pilbup lalu, Saiful Ilah, Bupati Sidoarjo terpilih memutarkan video yang berisi tayangan perjuangan dia membela dan memperjuangkan korban lumpur Lapindo.

"Dia (Saiful Ilah) juga mengaku menolak pengeboran Lapindo Brantas di Sidoarjo. Tapi sekarang kok malah mau ngebor lagi. Makanya kami jelas pertanyakan komitmennya dalam membela korban lumpur," pungkas Hamy.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved