Breaking News:

Berita Surabaya

Gubernur Jatim Minta Pengeboran Gas Lapindo Ditunda Dulu

"Memang pengeboran membawa kepentingan negara dalam hal pengadaan energi gas bumi, namun kepentingan warga juga harus diperhatikan, pemerintah pusat h

surya/irwan syairwan
Polisi berjaga-jaga di lokasi pengeboran di daerah Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (6/1/2016). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengaku tidak memiliki wewenang dalam perizinan pengeboran gas bumi oleh Lapindo Brantas Inc di Tanggulangin, Sidoarjo.

Namun, dia mengaku sudah mengusulkan agar pengeboran itu ditunda.

"Saya akan sampaikan ke Menteri ESDM agar ditunda dulu, kepentingan Provinsi Jawa Timur agar masyarakat terjamin keamanannya," katanya, Sabtu (9/1/2016).

Wewenang untuk memberikan izin pengeboran gas alam itu, lanjut Soekarwo, ada di pemerintah pusat dan pemerintah daerah Sidoarjo.
Namun, jika aktivitas itu mengganggu keamanan dan keselamatan warga di sekitar lokasi, maka dirinya berhak untuk menolak juga.

Soekarwo mengatakan, sampai hari ini sebenarnya belum ada titik temu antara warga dengan pihak Lapindo dalam aktivitas pengeboran itu.

"Memang pengeboran membawa kepentingan negara dalam hal pengadaan energi gas bumi, namun kepentingan warga juga harus diperhatikan, pemerintah pusat harus turun tangan," ungkapnya.

Tiga hari lalu, perusahaan Grup Bakrie itu memulai aktivitas pengurukan di Sumur Tanggulangin 1 di perbatasan Desa Banjarsari dan Desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin.

Usai pengurukan, akan dilakukan proses pengeboran gas bumi seperti halnya yang dilakukan di Sumur Banjarpanji I di Kecamatan Porong 2006 lalu.

Dari lokasi pengeboran baru yang berjarak dua kilometer dari pusat semburan lumpur panas di Kecamatan Porong itu, Lapindo menarget gas 5 MMSCFD (million standard cubic feet per day) atau juta standar kaki kubik per hari.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Editor: Yoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved