Berita Kampus Surabaya

Kopertis VII Janjikan Pemerataan Dosen DPK

Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim, Prof Suprapto menjelaskan sejauh ini distribusi dosen DPK itu belum merata.

surya/adrianus adhi
Prof Suprapto 

SURYA.co.id | SURABAYA– Koordinasi Peguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VII Jatim menjanjikan pemerataan distribusi dosen berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang diperbantukan di perguruan tinggi swasta (PTS). Pemerataan dosen DPK itu secara bertahap dilakukan tahun ini.

Koordinator Kopertis Wilayah VII Jatim, Prof Suprapto menjelaskan sejauh ini distribusi dosen DPK itu belum merata. Terdapat sejumlah PTS yang belum menerima DPK sama sekali alias nol dan sebagian lagi kelebihan. Bahkan PTS menerima sampai 100 dosen DPK.

“Sebelum tahun 2000-an memang belum ada pengaturan distribusi dosen DPK,” ujarnya, Jumat (8/1/2016).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menjelaskan, Kopertis VII telah menyusun data dan peta PTS yang kekurangan DPK dan kelebihan sejak tahun lalu. Dengan data ini, penataan dilakukan bertahap mulai 2016.

“Semuanya dalam rangka pemerataan mutu PTS di Jatim sekaligus memenuhi prinsip keadilan layanan,” ujar dia.

Saat ini di lingkup Kopertis VII terdapat 19.510 dosen. Rinciannya, 16.400 (84%) merupakan dosen tetap dan 3.110 (16%) dosen tidak tetap. Dan sekitar 1.400 orang (11 persen) dari dosen tetap itu merupakan dosen DPK di Kopertis VII Jatim. Mereka tersebar di 322 PTS se Jatim.

Menurut Suprapto, tahun 2015 lalu sudah mulai memindahkan dosen DPK. Jumlahnya sebanyak sembilan orang.

“Meski punya kekuasaan penuh memindah, pemindahan dosen DPK tidak bisa sembarangan. Kami pakai metode bottom up dan top down,” jelasnya.

Bottom up, lanjut dia, merupakan pengajuan dari dosen DPK sendiri. Kemudian pihaknya menyetujui pemindahan itu (top down). Dikatakannya, pemberian DPK ke PTS juga berdasarkan permintaan PTS bersangkutan.

“Kami akan prioritaskan PTS yang belum pernah mendapatkan DPK, minimal PTS memiliki 15 dosen DPK baru kami alihkan ke PTS lain,” tuturnya.

Sekretaris Pelaksana Kopertis VII Jatim Prof Ali Maksum menambahkan, memindah dosen DPK tidak sama dengan memindah guru PNS yang lintas sekolah. Pemindahan dosen harus berdasarkan basis keilmuan.

“Tidak bisa sembarangan, karena belum tentu dosen yang tersedia ini sesuai bidang keilmuannya dengan dosen yang dibutuhkan PTS,” ungkap Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved