Berita Surabaya

Joni Rela Kepanasan Dua Jam demi Motor Adik

“Dia pulang dibonceng temannya. Sebagaian temannya hanya kena tilang, tapi motornya tidak disita."

Joni Rela Kepanasan Dua Jam demi Motor Adik
surya/anas miftakhudin
Angga (kanan) memasang onderdil motornya yang disita Satlantas Polres Tanjug Perak, Rabu (6/1/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Joni dan adiknya, Angga datang ke Mapolres Tanjung Perak sambil menenteng karung berisi onderdil motor, Rabu (6/1/2016). Setelah menghadap petugas, dia langsung menuju parkiran motor yang kena razia malam Tahun Baru lalu.

Joni dan Angga tidak kesulitan menemukan motor Mio L 4963 GG miliknya. Motor yang semula berwarna merah ini telah berubah menjadi biru. Motorya terselip di tengah deretan motor yang juga kena tilang.

Tapi Joni tidak bisa memindahkan motor miliknya. Sebab, seluruh motor sitaan itu dirantai. Joni terpaksa membenahi motornya disela himpitan motor lain.

“Saya mengembalikan motor ini menjadi standart sekitar dua jam,” kata Joni.

Joni mengungkapkan motor itu kena razia pada malam Tahun Baru di Jalan Tambak Wedi. Motor itu dikemudikan oleh Angga. Karena tidak menggunakan onderdil standart, anggota Satlantas Polres Tanjung Perak menilang motor miliknya.

Tapi sebelum meninggalkan lokasi razia, petugas bertanya dokumen kendaraan itu.
Ternyata Angga tidak membawa satu pun dokumen. Bahkan Angga tidak bisa menunjukkan SIM karena memang tidak memiliki SIM. Angga terpaksa merelakan motornya disita petugas.

“Dia pulang dibonceng temannya. Sebagaian temannya hanya kena tilang, tapi motornya tidak disita,” tambahnya.

Setelah membenahi motornya, warga Tambak Wedi ini tidak bisa langsung mendapat STNK-nya. Dia harus menunggu sidang tilang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.
Rencananya jadwal sidang pelanggaran lalu lintas Tahun Baru digelar pada 11 Januari 2016.

Kasubag Humas Polres Tanjung Perak, AKP Djanu Fitrianto menyatakan mengembalikan onderdil standart menjadi syarat utama agar pemilik motor bisa mengambil motornya.
Pihaknya tidak akan mengizinkan pemilik kendaraan mengambil motornya yang belum dikembalikan menjadi standart.

“Meskipun dokumen lengkap, motornya tidak bisa keluar,” kata Djanu.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved