Hukum Kriminal Surabaya

Jengkel Dua Bulan Tak Digaji, Tiga Kuli di PTC Curi Kabel

"Untuk tersangka Mumhamad Taufik sudah dua kali mencuri kabel power ground. Yang pertama dijual ke rombeng dengan harga Rp 60.000/kg."

Jengkel Dua Bulan Tak Digaji, Tiga Kuli di PTC Curi Kabel
surya/hanif manshuri
foto: ilustrasi pencurian kabel.

SURYA.co.id | SURABAYA - Kuli proyek yang satu ini benar-benar nekat. Dengan dalih tak dibayar selama 2 bulan, Muhammad Taufik, 23, yang menjadi kuli di PTC Supermall Mansion akhirnya mencuri kabel power ground.

Lelaki asal Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu pun dijebloskan ke tahanan. Setelah aksi yang dilakukan dengan temannya, Hariyanto, 26, asal Desa Gledek, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora Jateng dan Hendro Suyanto, 27, asal Desa Mojowetan, Kabupaten Blora Jateng diketahui oleh satpam proyek.

"Untuk tersangka Mumhamad Taufik sudah dua kali mencuri kabel power ground. Yang pertama dijual ke rombeng dengan harga Rp 60.000/kg," ujar Kapolsek Wiyung Kompol Hariyono didampingi Kanit Reskrim, AKP Sugimin, Jumat (1/1/2016).

Ceritanya, ketiga tersangka yang tinggal di mess proyek sejak awal sudah ada niat untuk mencuri kabel grounding yang ada di lantai III. Ide itu muncul dari tersangka Taufik jengkel karena sudah dua bulan tak diberi gaji.
Dua tersangka lain yang mengalami hal serupa diajak karena diiming-imingi diberi imbalan cukup besar. Akhirnya tersangka Hariyanto dan Hendro Suyanto menerima ajakan itu.

Setelah teman-teman lainnya istirahat, tiga tersangka ke luar mess menuju lantai III area proyek. Mereka hanya membawa cutter dan tang. Sasaran utamanya adalah panel box. Setelah kabel power ground dipotong disembunyikan di drum.

Namun aksi yang dilakukan tak berjalan mulus. Ketika akan mengambil kabel lagi dipergoki satpam proyek. Mereka tak bisa menyangkal dengan peralatan yang dibawa dan barang bukti kabel power ground yang ada di drum akhirnya digiring ke pos satpam lalu dilanjutkan ke Polsek Wiyung.

"Sesuai rencana, uang hasil menjual kabel power ground akan dipakai pulang kampung," kata AKP Sugimin.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved