Berita Tuban

VIDEO - Para PNS Berebut Gendong Bayi Tampan yang Terbuang

#TUBAN - Nunggu akta turun diperkirakan dua pekan, sambil menunggu proses dari kepolisian dan info dari masyarakat perihal siapa orang tuanya.

SURYA.co.id | TUBAN - Seorang bayi tampan yang dibuang oleh orang tuanya menjadi ‘rebutan’ pegawai Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Tuban.

Saat di bawa ke kantor Dinsosnakertrans, para pegawai perempuan bergantian menggendong bayi yang masih berumur lima hari itu.

Salah satu di antara pegawai perempuan terlihat melemparkan senyum ketika menggendong. Saat mendekap bayi, dia membacakan doa supaya segera mendapatkan keturunan.

“Semoga saya ketularan segera punya anak,” ujar pegawai perempuan yang berbaju hijau, Rabu (30/12/2015) sore.

Para pegawai lain yang mendengar doa perempuan tersebut langsung menyahut dengan mengucap kata, “Aamiin...” serentak.

Sebagaimana terlihat pada video di atas, usai digendong, bayi yang memiliki berat 3 gram ditaruh di tempat tidur berukuran sekitar 50 cm kali 40 cm.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Tuban, Minto Ichtiar mengungkapkan, bayi yang belum diberi nama itu ditemukan warga di pinggir jalan raya pada hari Senin (28/12/2015) sekitar pukul 22.30.

Lokasi penemuan di rumah warga Dusun Kuwu RT 001 RW 004, Desa Penidon, Kecamatan Plumpang.

Bayi tersebut kemudian diserahkan ke anggota Polsek Plumpang lalu diserahkan ke petugas jaga Unit Inap dan PONED Puskesmas Plumpang untuk dirawat secara intensif.

Pada Selasa (29/12/2015) sekitar pukul 11.00, kondisi bayi mulai membaik dan Kepala Puskesmas menyerahkan ke Dinsosnakertrans.

“Pada saat ditemukan, kondisinya agak kuning atau icteres,” kata Minto.

Minto menambahkan, bayi itu akan diserahkan ke panti bayi yang dimiliki provinsi Jawa Timur. Namun, ia masih menunggu proses administrasi yang dilakukan dinasnya, termasuk menunggu keluarnya akta kelahiran.

“Nunggu akta turun diperkirakan dua pekan, sambil menunggu proses dari kepolisian dan info dari masyarakat perihal siapa orang tuanya. Untuk sementara, kami akan menitipkan bayi ini di sebuah rumah milik warga yang peduli di Kelurahan Latsari untuk dirawat,” katanya.

Penulis: Iksan Fauzi
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved