Berita Pamekasan Madura

30-an Orang di Madura Bantai Kakek Padahal Sudah Mohon Tak Dibunuh

#PAMEKASAN - Rusuk bagian kiri sobek, hingga usui terburai. Bahu kanan kiri hampir putus.

surya/zainuddin
ILUSTRASI JENAZAH 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Kasus pembantaian berlatar belakang isu santet kembali terjadi di Pamekasan, Pulau Madura.

Kali ini korbannya Mohammad Monir (48), warga Dusun Bindung, Desa Pangerreman, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura, Selasa (29/12/2015) sekitar pukul 17.20.

Korban sehari-harinya butuh tani itu tewas di lokasi kejadian, akibat dibantai di ladang kebun jagung, berjarak sekitar 200 meter sebelah timur rumahnya.

Pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan petugas, diperkirakan berjumlah antara 30 – 50 orang.

Kakek dua cucu itu menderita luka cukup serius di bagian kepala sampai telinga robek. Rusuk bagian kiri sobek, hingga usui terburai. Bahu kanan kiri hampir putus.

Kedua pergelangan tangan kanan dan kiri putus ditebas senjata tajam.

Beberapa jam sebelum kejadian, sekitar pukul 16.30, korban, akrab dipanggil Mat Monir pergi menghadiri tahlilan hari keempat, meninggalnya Mohammad Tabri (45), berjarak sekitar 250 meter dari rumahnya.

Usai tahlilan, apakah ada yang mengomando atau spontanitas, seluruh warga yang menghadiri tahlilan mengejar Mat Monir, sambil meneriaki korban santet yang harus dibunuh.

Korban yang tidak menduga dirinya dikejar, lari ke ladang jagung seluas 20 x 30 meter. Di lokasi itu korban terjebak dan dikepung, kemudian dilempari batu dan dibantai beramai-ramai.

Walau korban memohon minta ampun jangan dibunuh, warga tidak peduli. Lalu kepala korban ditimpuki batu gunung sebesar buah kelapa.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved