Sabtu, 11 April 2026

Smartphone

Huawei Semakin Agresif Penetrasi Pasar di Jatim

“Kami bahkan sudah tiga bulan ini menjalankan program layanan yang namanya Janji Huawei untuk kepuasan konsumen," tandasnya.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya/m taufik
Suasana pelayanan di service center Huawei Marina Plaza Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - PT Huawei Tech Investment semakin agresif untuk memperbesar pasar smartphone dan tablet produksinya di Jatim. Selain menawarkan produk-produk kelas menengah ke atas, produsen teknologi telepon seluler asal Tiongkok ini terus menambah service center.

Service Director Business Device Departement Huawei, Erwin Setiawan, mengungkapkan kini secara nasional tersedia 25 service center Huawei. Empat di antaranya berada di Jawa Timur.

“Kedepan, kami juga berencana membuka dua service center di Jawa Tengah, Sulawesi, dan Kalimantan. Termasuk di Jawa Timur yang saat ini masih ada dua service center di Kota Surabaya,” ungkapnya.

Erwin memastikan ekspansi akan terus dilakukan untuk memperkuat pasar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

“Bahkan kami sudah tiga bulan ini menjalankan program layanan yang namanya Janji Huawei untuk kepuasan konsumen," tandasnya.

Program Janji Huawei itu berupa jaminan servisd yang dapat dikerjakan dengan kecepatan maksimal tiga hari. Jika lebih dari tiga hari, maka produk yang masih dalam masa garansi akan diganti dengan produk baru.

“Sejauh ini, di Jawa Timur baru ada satu unit milik konsumen yang rusak dan diganti,” akunya.

Disebutkan, pasar Huawei Jawa Timur sangat bagus dan melebihi pasar lain di Indonesia. Regional Sales Manager East Java and Bali Nusra Huawei, Tommy Andreas, menyebut bahwa pasar smartphone di Jawa Timur memiliki kontribusi terbesar dalam penjualan produknya, disusul Jawa Barat dan wilayah lainnya.

“Di Jawa Timur, kontribusi penjualan terbesar ada di Surabaya, Jember, dan Malang. Masyarakat Surabaya cukup konsumtif dan cenderung memilih smartphone berekualitas, sehingga kami bisa berkompetisi dengan brand-brand lainnya,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2015, diakuinya bahwa pasar smarphone juga mengalami kelesuan seiring pemelahan ekonomi yang terjadi. Namun, dia mencatat, untuk penjualan di Jawa Timur masih ada peningkatan jika dibanding tahun lalu. Penjualan smartphone Huawei di Jatim naik 14 persen dan penjualan tablet naik 7 persen dibandingkan penjualan tahun lalu.

“Tahun depan, kami berharap penjualan bisa tumbuh double dari pertumbuhan tahun ini atau di atas 20 persen. Kami sangat yakin itu, karena potensi pertumbuhan ekonomi juga bagus, khususnya di Jawa Timur,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved