Citizen Reporter

Menikmati Uniknya Tradisi Udukan Tuban

bagi mereka yang memasaknya salah satunya disyaratkan bersuci atau dalam kondisi suci... itulah keunikan tradisi udukan di Sugiharjo Tuban ini...

Menikmati Uniknya Tradisi Udukan Tuban
resepumi
ilustrasi 

Oleh : M Nurroziqi
Alumnus UIN SunanAmpel Surabaya/tinggal di Sugiharjo, Tuban

KELAHIRAN Rasul Muhammad SAW pada 12 Robiul Awal, menjadikan sepanjang bulan tersebut diramaikan beragam perayaan atas kelahiran manusia agung panutan umat Islam. Pun di kampung Sugiharjo, Tuban, tradisi udukan digelar.

Disebut udukan sebab pada saat itu warga kampung saling membuat nasi uduk untuk dibawa ke mushala atau masjid. Uduk, jenis nasi putih berasa gurih karena campuran santan dan rempah-rempah saat nasi dimasak.

Yang terpenting dari proses pembuatan nasi uduk ini adalah orang yang membuatnya harus dalam kondisi suci, yakni harus berwudhu terlebih dahulu.

Setelah nasi uduk selesai dibuat, kemudian dibungkus dalam satu wadah lengkap dengan lauk pauknya untuk kemudian diusung ke mushalla atau masjid yang telah disepakati.

Seperti yang terlihat  Minggu, 27 Desember 2015, pukul 16.30 WIB, tradisi udukan diadakan di mushala Bu Wasilah di Desa Sugiharjo, Tuban. Jamaah yang berdiam di sekitar mushala, membawa lima wadah nasi uduk yang mereka sebut nasi berkat. Hadir warga sekitar dan para tetua kampung.

Begitu semua warga dan undangan sudah berkumpul, tetua pun membaca Maulid Barjanji atau kitab sejarah kehidupan Rasul Muhammad SAW karya Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al-Barjanji yang disimak semua yang hadir.

Akhirnya seluruh rangkaian acara dipungkasi dengan pembacaan doa. Setelah prosesi peringatan selesai, masing-masing undangan pulang dengan membawa berkat yang ada.

 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved