Berita Magetan

Mantan Sekda Magetan Dijebloskan ke Tahanan

"Terpidana cukup kooperatif setelah kami beri surat pemberitahuan perintah eksekusi dari Mahkamah Agung (MA), bahkan terpidana datang sendiri

Mantan Sekda Magetan Dijebloskan ke Tahanan
Surya/Doni Prasetyo
Terpidana Korupsi mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magetan Abdul Aziz saat digelandang Kasi Pidsus Achmad Taufik Hidayat dan Kasi Intelijen Ali Munip ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Magetan, Rabu (23/12) 

SURYA.co.id |MAGETAN - Terpidana korupsi proyek pembangunan Kawasan Industri Rokok (KIR) di Desa/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan senilai Rp 2,2 miliar, Abdul Aziz bin Salha mantan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Magetan, menyerahkan diri setelah diberikan surat pemberitahuan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan.

"Terpidana cukup kooperatif setelah kami beri surat pemberitahuan perintah eksekusi dari Mahkamah Agung (MA), bahkan terpidana datang sendiri sebelum kami menjemput kerumahnya,"kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Achmad Taufik Hidayat didampingi Kasi Intelijen Kejari Magetan Ali Munip kepada Surya, seusai mengantar Abdul Aziz ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Magetan, Rabu (23/12).

Saat menyerahkan diri itu, Terpidana Korupsi Abdul Aziz didampingi tiga penasihat hukum yang didatangkan dari Surabaya.

Ketiga PH itu Rony Tjahjadi, M Syahrul B, dan Ria Syah Fuji. Ketiga PH ini sejak keluar dari ruang Kasi Pidsus Kejari Magetan, menempel terus hingga pintu Lapas Magetan.

Dikatakan Kasi Pidsus Achmad Taufik Hidayat, selain kooperatif menerima eksekusi, Abdul Aziz, juga bersedia membayar denda yang diputus Mahkamah Agung (MA) sebesar Rp 200 juta,

"Selain kooperatif, dia (Abdul Aziz) juga bersedia membayar denda sebesar Rp 200 juta, tadi sudah tandatangan,"ujar Achmad Taufik Hidayat.

Ini kali terpidana Abdul Aziz memasuki LP hanya diantar sopir, istrinya dan tiga pengacaranya. Tidak seperti sebelumnya saat masuk LP pertama kali dan kepindahan ke LP Madaeng, Sidoarjo, puluhan PNS Pemeritah Kabupaten (Pemkab) Magetan terlihat mengantar, ada beberapa PNS terlihat menangis melepas Abdul Aziz ke LP.

Sebelum masuk LP, lanjut Taufik, terpidana Abdul Aziz dilakukan cek kesehatan oleh tim kesehatan dari Polres Magetan.

Selesai dilakukan cek kesehatan, sekitar pukul 10.30, terpidana korupsi itu dibawa dengan mobil tahanan Kejari ke LP.

"Terpidana sampai akhir hukumannya tetap di LP Magetan. Kalau sebelumnya ditahan di Medaeng, karena sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya, jadi ditahan di Medaeng. Kalau sekarang, terpidana didekatkan dengan keluarganya,"kata Achmad Taufik Hidayat.

Halaman
12
Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved