Berita Ekonomi
Tahun Ini, Ekspor Makanan Ringan Siantar Top Tembus ke 37 Negara
Produsen makanan ringan PT Siantar Top membukukan laba usaha sebesar Rp 189 miliar terhitung Januari-September 2015.
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id | SURABAYA - Produsen makanan ringan PT Siantar Top membukukan laba usaha sebesar Rp 189 miliar terhitung Januari-September 2015.
Laba sebanyak itu berhasil diraup dari hasil penjualan bersih pada periode tersebut yang mencapai Rp 1,884 triliun.
Direktur Utama PT Siantar Top, Pitoyo, menjelaskan bahwa penjualannya tahun ini mengalami peningkatan hingga 19,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2014.
“Sedangkan laba usaha, meningkat sebesar 22 persen dibanding periode sama tahun lalu,” katanya, Selasa (22/12/2015).
Diakuinya, bisnis makanan ringan sepanjang tahun ini tidak terlalu menggembirakan.
Tak lain, salah satu penyebab utamanya adalah perlambatan ekonomi yang terjadi. Namun, perseroan masih bisa bernapas lega karena berhasil tumbuh 19 persen hingga September.
Untuk penjualan selama Oktober hingga Desember, pihaknya mengaku belum menghitung detail. Tapi ditaksir, selama tiga bulan terahir ada penambahan sebanyak Rp 500 miliar.
Atau bisa melakukan penjualan hingga Rp 2,4 T atau Rp 2,5 T. Sepanjag 2015, diestimasikan ada pertumbuhan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu.
Pemasaran produk makanan ringan Siantar Top juga sukses menembus sejumlah negara di dunia. Tercatat, perusahaan ini telah mengeksport hasil produksinya hingga ke 37 negara, seperti Korea, Middle East, Jordania, Vietnam dan sejumlah negara lain.
“Untuk memperkuat eksport, tahun depan kami juga bakal membuka cabang di Tiongkok dan Vietnam,” sambungnya.
Diakuinya, pasar makanan ringan sepanjang tahun ini tidak terlalu menggembirakan. Tak lain, salah satu penyebab utamanya adalah perlambatan ekonomi yang terjadi. Namun, perseroan masih bisa bernapas lega karena berhasil tumbuh 19 persen hingga September.
Untuk pengembangan usaha, tahun 2016 nanti Siantar Top telah menyiapkan dana Capex sebesar Rp 650 miliar. Dana itu disiapkan guna ekspansi pasar dan tambahan modal kerja. “Termasuk untuk ekspansi di biscuit dan sereal,” tandasnya.
Nilai capex tahun depan, jauh lebih besar ketimbang tahun ini yang hanya mencapai Rp 370 miliar. Dan hingga akhir tahun, dana capex 2015 sudah terserap habis. Diantaranya, untuk pengembangan produksi dan pemasaran biscuit serta pembayaran obligasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/direktur-pt-siantar-top-suwanto_20151222_210911.jpg)