Selasa, 14 April 2026

Monsanto Raih Penghargaan Industri Hijau

Penghargaan itu diserahkan Menteri Perindustrian, Saleh Husin di Istana Wakil Presiden pekan kemarin.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
surya/m taufik
Mauricio F Amore, CEO Monsanto Indonesia (kiri)menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian Saleh Husin di Istana Wakil Presiden. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Monsanto Indonesia meraih penghargaan Industri Hijau tahun 2015. Ini merupakan tahun kedua bagi produsen benih jagung Hibrida tersebut menerima penghargaan dari Kementerian Perindustrian.

Penghargaan tahunan diberikan pemerintah Indonesia sejak 2010 ini untuk mendorong peranan sektor industri nasional dalam meningkatkan kontribusi industri hijau, serta memperkuat daya saing pelaku usaha untuk mengutamakan kelestarian lingkungan hidup.

Ada 114 perusahaan industri mengikuti penilaian industri hijau tahun ini. Secara umum, kriteria penilaian didasarkan pada tiga hal utama, yaitu proses produksi yang meliputi efisiensi produksi, penggunaan input material, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia dan lingkungan kerja dalam proses produksi.

Monsanto kembali menerima penghargaan karena dinilai telah menerapkan penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku serta energi yang ramah lingkungan serta terbarukan.

Penghargaan itu diserahkan Menteri Perindustrian, Saleh Husin di Istana Wakil Presiden pekan kemarin.

“Ini adalah apresiasi dari rencana kami untuk menjadikan seluruh operasi bisnis secara global bebas jejak karbon pada tahun 2021 melalui program produksi bebas karbon,” kata Mauricio F Amore, CEO Monsanto Indonesia melalui keterangan persnya, Sabtu (19/12/2015).

Dijelaskan, program produksi tanaman pangan bebas karbon dari Monsanto berpusat pada pengurangan emisi gas rumah kaca, dan mengedepankan industri hijau melalui beberapa upaya.

Di antaranya, produksi bibit dengan memanfaatkan beragam produk dan pendekatan agronomi, seperti pengembangbiakan bibit, bioteknologi tanaman, sains data, budi daya konservasi, dan sistem tanaman penutup tanah.

Ada juga upaya perlindungan tanaman pangan bebas karbon dan menyusun program pemberian insentif kepada petani yang menerapkan produksi tanaman pangan bebas karbon.

Serta upaya dengan berbagi data, meningkatkan penerapan praktik-praktik terbaik degan dibantu para pakar dari luar perusahaan dan akan berbagi data dan hasil pemodelan yang mereka miliki dengan masyarakat di sektor pertanian.

Fasilitas manufaktur Monsanto telah fokus dalam peningkatan praktik keselamatan dan lingkungan, sekaligus meningkatkan hasil dan kinerja melalui beberapa proyek.

“Misalnya, dengan mengotomatisasi proses produksi, menghilangkan beberapa risiko yang ergonomis, meminimalkan pencemaran lingkungan dan keselamatan potensi masalah yang bisa disebabkan oleh penanganan bahan baku melalui proses manual,” lanjutnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved